manajemen implementasi kurikulum

KATA PENGANTAR




Kami memanjatkan Puji syukur  kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat hidayah-Nya sehingga kami  dapat menyelesaikan Makalah ini.
Kami  menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah ini menemui banyak hambatan-hambatan yang timbul dapat teratasi. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini Kami  mengucapkan terima kasih kepada :
1.      Segenap dosen pengampu mata kuliah profesi kependidikan II   yang tak henti-hentinya memberi nasehat serta motivasi kepada kami.
2.      Semua pihak yang telah membantu baik material maupun spiritual yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu
Semoga segala amal kebaikan yang telah diberikan mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.
Meskipun kami menggunakan seluruh kemampuan guna menyusun Makalah ini, tetapi mungkin tulisan ini masih ada kekurangan dan kesalahan. Untuk itu, kami  mengharap kritik dan saran dari pembaca yang konstruktif/membangun guna kebaikan dari masa yang akan datang. Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan menambah pengetahuan penulis khususnya.


                                                                                    Surakarta,   29  Oktober 2010
                                                                                     Penulis









DAFTAR ISI




Halaman Judul..................................................................................     1 
Kata Pengantar.................................................................................      2  
Daftar Isi...........................................................................................     3 
BAB I PENDAHULUAN.................................................................     4  
BAB II PEMBAHASAN..................................................................     5
BAB III  PENUTUP.........................................................................     9
        Daftar Pustaka...................................................................................   10











BAB I

PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Tujuan pendidikan nasional indonesia tentu saja bersumber pada pandangan dan cara hidup manusia indonesia, yakni pancasila. Menurut Tyler (1946), Taba (1963), dan Tanner (1984) menyatakan tuntutan masyarakat adalah slah satu dasar dalam pengembangan kurikulum. Calhoun, Light, dan Keller(1997) memaparkan 7 fungsi pendidikan yaitu :
1.      Mengajar keterampilan
2.      Mentranmisikan budaya
3.      Mendorong adaptasi lingkungan
4.      Membentuk kedisiplinan
5.      Mendorong bekerja kelompok
6.      Meningkatkan perilaku etik
7.      Memilih bakat dan memberi penghargaan prestasi
Tujuan pendidikan pada dasarnya merupakan rumusan yang komperhensip mengenai apa yang seharusnya dicapai. Herbert Spencer dalam nasution (1982) mengungkapkan 5 kajian sebagai sumber dalam merumuskan tujuan pendidikan, yaitu :
1.      Self-preservation, yaitu individu harus dapat menjaga kelangsungan hidupnya dengan sehat, mencegah penyakit, hidup secara teratur.
2.      Securing the necssitiesof life, yaitu individu yang sanggup mencari nafkah dan memennuhi kebutuhan hidup dengan melakukan suatu pekerjaan.
3.      Reaning of family, yaitu individu harus dapat mejadi ibu atau bapak
4.      Enjoying proper social and political relationships, yaitu individu harus sanggup memanfaatkan waktu segangnya dan memiih kegiatan yang menyenangkan dan menambah kenikmatan dan kegairahan hidup.
Robert S. Zais (1976) mengemukakan mpat landasan pengembangan kurikulum, yaitu: philosophy and the nature of know ledge, society  and culture, the individual, and learning theory. Dengan pedoman pada empat landasan tersebut. Maka dibuat model yang disebut “ an ccletic model of curiculum and its foundtion.”
Suatu bangunan kurikulum memiliki 4 komponen yaitu komponen tujuan, isi, materi, proses pembelajaran, dan komponen eveluasi, maka agar setiap komponen bisa menjalankan fungsinya yang tepat dan bersinergi maka perlu ditopang oleh sejumlah landasan yaitu landasan filosofi sebagai landasan utama , masyarakat dan kebudayaan, individu dan teori-teori belajar.
BAB II
PEMBAHASAN

MANAJEMEN IMPLEMENTASI KURIKULUM


1.      Pengertian Manajemen Kurikulum
Manajemen kurikulum adalah  sebagai suatu suatu sistem pengelolaan kurikilum yang kooperatif, komprehensif, sistemik dan sistematik dalam rangka mewujudkan ketercapaian tujuan kurikulum. Dalam pelaksanaannya , manajemen kurikulum hrus dikembangkan sesuai dengan konteks manajemen berbasis sekolah (MBS) dan Kurikulum Tingkat Satuan Sekolah (KTSP).

2.      Ruang Lingkup Manajemen Kurikulum
Ruang lingkup manajemen kurikulum meluputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian kegiatan kurikulum. Pada tingkat sekolah kegiatan kurikulum lebih mengutamakan untuk merealisasikan dan merelevansikan antara kurikulum nasional dengan kebutuhan daerah dan kondisi sekolah yang bersangkutan, sehingga kurikulum terebut merupakan kurikulum integritas dengan peserta didik ujuan kumaupun dengan lingkungan.
3.      Prinsip dan Fungsi Manajemen Kurikulum
Prinsip dan fungsi yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan manajemen kurikulum adalah beberapa hal sebagai berikut :
a.      Produktivitas
Hasil yang akan diiperoleh dalam kegiatan kurikulum merupakan aspek yang harus dipertimbangkan dalam manajemen kurikulum.
b.      Demokratisasi
Pelaksanaan manajemen kurikulum harus berasaskan pada demokrasi yang menempatkan pengelola, pelaksana dan subyek didik pada posisi yang seharusnya dalam melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab untuk mencapai tujuan kurikulum.

c.       Kooperasi
Untuk memperoleh hasil yang diharapkan dalam kegiatan manajemen kurikulum perlu adanya kerjasama yang positif dari berbagai pihak yang terlibat,
d.      Efektifitas dan efisiensi
Rangkaian kegiatan manajemen kurikulum harus mempertimbangkan efektifitas dan efisiensi untuk mencapai tujuan kurikulum, sehingga kegiatan manajemen kurikulum tersebut memberikan hasil yang berguna  dengan biaya, tenaga dan waktu yang singkat.
e.       Mengarah visi, misi dan tujuan
Yang ditetapkan dalam kurikulum, proses manajemen kurikulum harus dapat memperkuat dan mengarah visi , misi dan tujuan.

Dalam proses pendidikan perlu dilaksanakan manajemen kurikulum untuk memberikan  meningkatkan relevansi dan efektasil kurikulum yang lebih efektif, efisien dan optimal dalam memberdayakan berbagai sumber maupun komponen kurikulum. Ada beberapa fungsi manajemen kurikulum antara lain :
1.      Meningkatkan efisiensi pemanfaata sumberdaya kurikulum,
2.      Meningkatkan keadilan dan kesempatan bagi siswa untuk mendapatkan hasil yang maksimal,
3.       Meningkatkan relevaansi dan evektiftas pembelajaaran sesuai  dengan kebutuhan peserta didik maupun lingkungan peserta didik
4.      Meningkatkan efektivitas kinerja guru maupun aktivitas siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran
5.      Meningkatkan efesiensi dan efektifitas proses belajar mengajar
6.      Meningkatkan partisipasi masyarakat untuk membantu mengembangkan kurikulum.

4.      Komponen-Komponen Kurikulum
a.       Komponen Tujuan
Komponen tujuan berhubungan dengan arah atau hasil yang ingin diharapkan. Tujuan pendidikan mempunyai klasifikasi , dari tujuan yang sangat umum sampai tujuan khusus yang bersifat spesifik yang dapat diukur kemudian dinamakan kompetensi.
Tujuan pendidikan diklasifikasi menjadi 4 yaitu :
1.      Tujuan Pendidikan Nasional (TPN)
adalah tujuan yang bersifat paling umum dan merupakan sasaran akhir yang harus dijadikan pedman oleh setiap usaha pendidikan,
2.      Tujuan Instusional (TI)
Tujuanyang harus dicapai oleh setiap lembaga pendidikan.
3.      Tujuan Kurikuler
Tujuan yang harus dicapai oleh setiap bidang studi atau mata pelajaran.
4.      Tujuan Pembelajaran
Merupakan bagian dari tujuan kurikuler , dapat di definisikan sebagai kemampuan yang harus dimiliki oleh anak didik setelah mereka mempelajari bahasan tertentu dalam bidang studi tertentu dalam sekali pertemuan.

b.      Komponen Isi / Materi Pembelajaran
Pada komponen ini lebih banyak menitikberatkan pada pengalaman belajar yang harus dimiliki oleh peserta didik dalam proses pembelajaran. Isi kurikulum hendaknya berhubungan dengan aspek kognitif, afektif dan psikomotor yang terdapat pada isi setiap mata pelajaran yang disampaikan dalam kegiatan proses pembelajaran.

c.       Komponen Metode
Berkaitan dengan strategi yang harus dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan. Metode yang tepat adalah metode yang sesuai dengan materi dan tujuan kurikulum yang akan dicapai dalam setiap pokok bahasan.

d.      Komponen Evaluasi
Pengembangan kurikulum merupakan proses yang tidak pernah berakhir(oliva, 1988). Proses tersebut meliputi perencanaan , implementasi , evaluasi.
Manajemen kurikulum dan pembelajaran diarahkan agar proses pembelajaran sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan. Tahapan pelaksanaan kurikulum disekolah melalui  4 tahap yaitu :
a.       Perencanaan
b.      Pengorganisasian dan koordinasi
c.       Pelaksanaan
d.      Pengendalian
Penjelasan
1.      Tahap Perencanaan
Pada tahap ini perlu dijabarkan menjadi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
2.      Tahap Pengorganisasian an Koordinasi
Pada tahap perencanaan semua aspek yang berkaitan dengan proses pembelajaran disiapkan secara matang dan menyeluruh agar pada tahap pengorganisasian dan koordinasi dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya
3.      Tahap Pelaksanaan
Pada tahap ini adalah tahap yang sangat menentukan apakah sekolah dibawah kepemimpinan kepala sekolah dapat mewujudkan progrm sekolah atau tidak.
4.      Tahap Evaluasi dan pengendalian
Pelaksanaan pembelajaran berjalan secra efektif atau tidak  dapat diketahui melalui kegiatan evaluasi. Evaluasi ini penting dilakukan karena bertujuan untuk mengetahui apakah tujuan pembelajaran yang telah dilakukan berjalan atau tidak sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.



















BAB III
PENUTUP



A.    Kesimpulan
Dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa Manajemen kurikulum adalah  sebagai suatu suatu sistem pengelolaan kurikilum yang kooperatif, komprehensif, sistemik dan sistematik dalam rangka mewujudkan ketercapaian tujuan kurikulum.  Ruang lingkup manajemen kurikulum meluputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian kegiatan kurikulum.
Ada beberapa fungsi manajemen kurikulum antara lain :
7.      Meningkatkan efisiensi pemanfaata sumberdaya kurikulum,
8.      Meningkatkan keadilan dan kesempatan bagi siswa untuk mendapatkan hasil yang maksimal,
9.       Meningkatkan relevaansi dan evektiftas pembelajaaran sesuai  dengan kebutuhan peserta didik maupun lingkungan peserta didik
10.  Meningkatkan efektivitas kinerja guru maupun aktivitas siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran
11.  Meningkatkan efesiensi dan efektifitas proses belajar mengajar
12.  Meningkatkan partisipasi masyarakat untuk membantu mengembangkan kurikulum.


B.     Saran
Dalam dunia pendidikan kurikulum harus ada pembaruan  agar dapat mengikuti perkembangan jaman dan untuk merevisi kurikulum yang lama dengan yang baru. Untuk itu  perlu dilaksanakan manajemen kurikulum untuk memberikan  meningkatkan relevansi dan efektasil kurikulum yang lebih efektif, efisien dan optimal dalam memberdayakan berbagai sumber maupun komponen kurikulum.





DAFTAR PUSTAKA



Anderson, roland H, selecting and developing media for instruction, van Nastrand reinhold company, New York, 1983

Sadirman, Arif. (1990). Media pendidikan, pengertian pengembangan dan pemanfaatan. Jakarta: Rajawali

Sukmadinata, Nana Syaodih.(1997). Pengembangan kurikulum teori dan prktik .Bandung: PT.Remaja Rosdakarya

Tim Dosen MKDK.(2002). Kurikulum dan pembelajaran , Bandung , Jurusan kurikulum dan teknologi pendidikan UPI




Komentar

Postingan populer dari blog ini

cara kerja paru - paru manusia:

Program Latihan Magang Cabor “Tae Kwon Do” Penkepor UNS 2011

panduan perwasitan bulu tangkis