Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

KEPRIBADIAN DAN OLAHRAGA

KEPRIBADIAN DAN OLAHRAGA PENGERTIAN KEPRIBADIAN ALLPORT  ( dalam bukunya cox ) Mengatakan bahwa kepribadian merupakan pengorganisasian dinamis (pengaturan secara dinamis) secara unik. HOLLANDER Merupakan keseluruhan karakteristik individu yang menbentuk keunikan dirinya. LAZARUS & MONAT Keadaan psikologis yang unik. Lebih jelasnya adalah yang mendasari mengenai struktur dan proses  - proses psikologi yang mengatur bentuk tingkah laku dn pengalaman seseorang, maupun reaksi terhadap lingkungan. Kesimpulan : kepribadian adalah pola yang menyeluruh dari karakteristik psikologis yang membuat masing – masing merupakan individu yang unik. STRUKTUR KEPRIBADIAN Menurut Holander Dibagi menjadi 3 : Psikologi interkor : inti psikologi, bersifat internal dan konsisten yang sulit ditembus oleh pengaruh lingkungan. Tercermin dari  suatu perhiasan inti kepribadian. Typical responses : lebih bersifat eksternal, berubah – ubah (dinamis) pe...

Konsentrasi, Agresivitas dan Motivasi dalam psikologi olahraga

KONSENTRASI Konsentrasi merupakan pemusatan pemikiran dan perhatian terhadap sesuatu yang akan dan sedang dilaksanakan/diusahakan. Perhatian merupakan banyak sedikitnya kesadaran  untuk melakukan sesuatu Konsentrasi dibedakan menjadi 2: intensitas dan luasnya Intensitas : intensif dan tidak intensif Luasnya : konsentrasi konsentrativ dan konsentrasi distributif Contohnya : Jika konsentrasi pada 1 titik, maka melakukan konsentrasi dengan intensitas yang intensif dan luasnya konsentrasi konsentrativ. Sedangkan apabila konsentrasi saat bertanding memikirkan banyak hal, berarti konsentrasinya dengan intensitas yang tidak intensif dan luas konsentrasinya distributif. Yang bisa mengganggu konsentrasi : 1.        lingkungan keluarga 2.        lingkungan kerja / sekolah 3.        lingkungan olahraga suppporter : masa yang berpihak pada satu kubu yang didukung...

ASPIRASI MAHASISWA. Usulan Program “ pemberdayaan atlet ” "Majulah OLAHRAGA ku, Jayalah INDONESIA ku"

Gambar
ASPIRASI MAHASISWA Usulan Program “ pemberdayaan atlet ”   IKATAN MAHASISWA OLAHRAGA DPC UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2015 ASPIRASI MAHASISWA Usulan Program “ pemberdayaan atlet ” KATA PENGANTAR Alhamdulilah hirobbil alimin. Puji syukur atas kehadirat Allah S.W.T yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan satu usulan program yang mungkin dapat digunakan kementrian yang bersangkutan dalam “ pemberdayaan atlet ”. Tujuan dari usulan program ini adalah untuk memberikan kesejahteraan di masa nanti ketika atlet sudah pensiun atau mengakhuri kariernya sebagai atlet. Selain itu, program ini akan berhubungan dan berkaitan banyak faktor dan bidang yang akan bisa menjadi partner dan rekan kerja yang saling mendukung dalam mencapai visi dan misinya. Mungkin usulan dari penulis ini terkesan idealis dan penuh dengan harapan kosong. Namun apabila p...

periodisasi perkembangan motorik anak

Pda usia 0 – 5 tahun merupakan masa keemasan pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi akan menjadi fondasi bagi anak tersebut di kemudian hari. Perkembangan anak di usia seterusnya akan berbeda – beda sesuai kemampuan motorik dan aspek lain yang mempengaruhi. Pertumbuhan : perubahan dalam besar, jumlah, ukuran tubuh dan anggota tubuh ( pertumbuhan aspek fisik ). Anak lahir umumnya beratnya 2 – 4 kg. Jika perkembangannya normal, maka pada usia 5 bulan beratnya bisa 2x lipat. Setelah itu rata – rata bertambah 2 kg /tahun sampai usia 6 tahun. Pertumbuhan yang paling cepat terjadi pada bulan – bulan pertama kehidupannya, setelah itu melambat. Dengan demikian masa usia dini merupakan waktu perkembangan yang sangat penting bagi anak di masa yang mendatang. Perkembangan : bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang diatur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Berkaitan dengan aspek kemampuan gerak, inte...

karakteristik anak berkebutuhan khusus

Karakteristik Anak Tunanetra Anak tunanetra adalah anak-anak yang mengalami kelainan atau gangguan fungsi penglihatan, yang dinyatakan dengan tingkat ketajaman penglihatan atau visus sentralis di atas 20/200 dan  secara pedagogis membutuhkan layanan pendidikan khusus  dalam belajarnya di sekolah. Beberapa karakteristik anak-anak tunanetra adalah:  1. Segi Fisik Secara fisik anak-anak tunanetra, nampak sekali adanya kelainan pada organ penglihatan/mata, yang secara nyata dapat dibedakan dengan anakanak normal pada umumnya hal ini terlihat dalam aktivitas mobilitas dan  respon motorik yang merupakan umpan balik dari stimuli visual. 2.Segi Motorik  Hilangnya indera penglihatan sebenarnya tidak berpengaruh secara langsung terhadap keadaan motorik anak tunanetra, tetapi dengan hilangnya 4-2   Unit 4 pengalaman visual menyebabkan tunanetra kurang mampu melakukan orientasi lingkungan. Sehingga tidak seperti anak-anak normal, anak t...