Hormon Kalsitonin
Hormon
Kalsitonin
Kalsitonin adalah hormon yang
diproduksi oleh sel parafolikular dari kelenjar tiroid. Kalsitonin dapat
mengurangi kadar kalsium dalam aliran darah dengan menghambat aksi perombakan
sel tulang oleh osteoklas, sel-sel yang menghancurkan matrix ekstraseluler.
Sekresi hormone kalsitonin mengontrol umpan balik negative.
Ketika kalsium dalam darah tinggi,
kalsitonin menurunkan kalsium dan fosfat dalam darah dengan menghambat resorbsi
tulang (pemecahan/penghancuran matrix extraseluler tulang) oleh osteoklas dan
meningkatkan uptake kalsium dan fosfat ke dalam matrix ekstraseluler tulang.
Miacalcin, sebuah ekstak kalsitonin dari ikan salmon sepuluh kali lebih manjur
daripada kalsitonin hasil sekresi dari tubuh manusia, ini dapat menjadi resep
untuk mencegah osteoporosis.
Kalsitonin diproduksi oleh sel C
kelenjar tiroid, juga memiliki pengaruh pada kadar kalsium plasma. Seperti PTH,
kalsitonin memiliki dua efek pada tulang, tetapi dalam hal ini kedua efek
menurunkan kadar kalsium plasma. Pertama dalam jangka pendek kalsitonin
menurunkan perpindahan kalsium dari cairan tulang ke dalam plasma. Kedua, dalam
jangka panjang kalsitonin menurunkan resorpsi tulang menurunkan kadar fosfat
serta mengurangi konsentrasi kalsium plasma. Efek hipokalsemik dan
hipofosfatemik kalsitonin seluruhnya disebabkan oleh efek hormon ini pada
tulang. Hormon ini tidak berefek pada ginjal atau usus.
Seperti pada PTH, regulator utama
pelepasan kalsitonin adalah konsentrasi kalsium bebas dalam plasma, tetapi
berbeda dengan efeknya pada pelepasan PTH, peningkatan kalsium plasma
merangsang sekresi hormone kalsitonin dan penurunan kalsium plasma menghambat
sekresi kalsitonin. Karena kalsitonin menurunkan kadar kalsium plasma, maka
sistem ini membentuk control umpan balik negative sederhana kedua atas
konsentrasi kalsium plasma, sistem yang berlawanan dengan sistem PTH.
Namun, sebagian besar bukti mengisyaratkan
bahwa peran kalsitonin tidak banyak atau tidak ada dalam control normal
metabolism kalsium atau fosfat. Meskipun kalsitonin melindungi tubuh dari
hiperkalsimia namun kondisi ini jarang terjadi pada keadaan normal. Selain itu,
pengangkatan tiroid atau tumor penghasil kalsitonin tidak mengubah kadar
kalsium dan fosfat, mengisyaratkan bahwa peran hormone ini dalam keadaan normal
tidak esensial untuk mempertahankan homeostatis kalsium dan fosfat. Namun,
kalsitonin mungkin berperan dalam melindungi integritas tulang ketika terjadi
pengingkatan besar kebutuhan akan kalsium, misalnya sewaktu kehamilan dan
menyusui. Selain itu, sebagian pakar berspekulasi bahwa kalsitonin mungkin
mempercepat penyimpanan kalsium yang baru diserap setelah makan. Hormon-hormon
saluran cerna yang disekresikan selama pencernaan terbukti merangsang pelepasan
kalsitonin.
Kalsium dalam darah memiliki kisaran
minimal dan maksimal, yaitu minimal 8,4 mg/dl atau 2,1 mol/liter. Dan memiliki
batas maksimum yaitu 10,4 mg/dl atau 2,7 mol/liter. Jika kadar kalsium dalam
darah meningkat dan melampaui batas maksimum maka akan terjadi hiperkalsimia
dan kebalikannya jika kurang akan mengakibatkan hipokalsimia atau rendahnya
kadar kalsium dalam darah.
Komentar
Posting Komentar