sahabat bloger. ini saya bagi lagi materi tentang " ILMU KESEHATAN OLAHRAGA ".
materi ini adalah pegangan yang diberikan oleh bapak Haris Nugroho M. OR dalam perkuliahan ilmu kesehatan olahraga di JPOK UNS Surakarta.

Kadar CO yang terhisap akan
mengurangi nilai VO2 maks, yang
materi ini adalah pegangan yang diberikan oleh bapak Haris Nugroho M. OR dalam perkuliahan ilmu kesehatan olahraga di JPOK UNS Surakarta.
ILMU KESEHATAN OLAHRAGA

HARIS NUGROHO,M.Or
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . i
DAFTAR ISI . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . ii
I. PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . 4
B. PENGERTIAN . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . 5
II. BERGERAK / AKTIFITAS FISIK
A. JENIS AKTIFITAS FISIK . . . . . . . . . . . .
. . . . . 6
B. MANFAAT AKTIFITAS FISIK . . . . . . . . . . .
. . . . . . 6
C. CARA MELAKUKAN AKTIFITAS FISIK . . . . . 7
III. OLAHRAGA
A. JENIS OLAHRAGA . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . 8
B. MANFAAT OLAHRAGA . . . . . . . . . . . . . . . . . 8
C. PERSIAPAN SEBELUM OLAHRAGA . . . . . . . . . . . 9
D. OLAHRAGAYANG BAIK DAN BENAR . . . . . 9
E. YANG PERLU DIPERHATIKAN SETELAH
BEROLAHRAGA . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
10
F. YANG TIDAK DIANJURKAN BEROLAHRAGA . . 11
IV. KEBUGARAN JASMANI
A. KOMPONEN KEBUGARAN JASMANI . . . . . 12
B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KEBUGARAN JASMANI . . . . . . . . . . . . . . . . 13
V. PENUTUP . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . 15
KATA PENGANTAR
Hari Kesehatan se Dunia ke 54 tahun 2002, oleh WHO
diperingati dengan
tema "Fit For Health" yang dipusatkan di Brazil
dengan tema "Move For
Health" atau "Agita Mundo". Sedangkan di
Indonesia diperingati dengan
tema "Bergerak Agar Sehat dan Bugar".
Dengan tema tersebut WHO mengingatkan bahwa dari hasil
penelitian
tahun 1999 :
- Lebih 60% angka
kematian di dunia disebabkan oleh
karena penyakit tidak menular.
- Lebih 43%
gangguan kesehatan diakibatkan oleh
penyakit yang ada kaitannya dengan penyakit tidak
menular.
Dan telah diketahui secara luas, bahwa dengan kegiatan olah
raga dapat
mengurangi resiko terhadap penyakit tidak menular,
sehingga
dengandemikian WHO mengajak seluruh lapisan masyarakat
untuk
melakukan aktifitas fisik termasuk olah raga guna
meningkatkan derajat
kesehatan dan kebugaran yang pada akhirnya akan meningkatkan
produktifitas kerja dan kualitas sumber daya manusia.
Agar kegiatan tersebut bermanfaat bagi kesehatan dan
kebugaran perlu
dilakukan dengan baik dan benar secara teratur dan
terukur.
Mengantisipasi hal tersebut disusun "Panduan
Kesehatan Olahraga Bagi
Stage holder kesehatan", sebagai bahan acuan petugas
kesehatan dalam
memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kesehatan
olah raga.
Panduan ini disusun oleh Tim yang merupakan wakil-wakil
dari
Departemen Kesehatan, Program Studi Ilmu Kedokteran
Olahraga FKUI,
PDSKO (Persatuan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga)
dan PPKORI
(Perhimpunan Pembina Kesehatan Olahraga Republik
Indonesia)
BAB I
PENDAHULUAN
- Lebih 60% angka
kematian di dunia disebabkan oleh
karena penyakit tidak menular.
- Lebih 43% gangguan
kesehatan diakibatkan oleh
penyakit yang ada kaitannya dengan penyakit tidak
menular.
A. LATAR
BELAKANG
Upaya kesehatan olahraga adalah upaya kesehatan yang
memanfaatkan aktivitas fisik dan atau olahraga untuk
meningkatkan
derajat kesehatan. Aktivitas fisik dan atau olah raga
merupakan
sebagian kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari
karena dapat
meningkatkan kebugaran yang diperlukan dalam melakukan
tugasnya.
Dengan majunya dunia tehnologi memudahkan semua kegiatan
sehingga menyebabkan kita kurang bergerak (hypokinetic),
seperti
penggunaan remote kontrol, komputer, lift dan tangga
berjalan, tanpa
dimbangi dengan aktifitas fisik yang akan menimbilkan
penyakit
akibat kurang gerak.
Gaya hidup duduk terus-menerus dalam bekerja (sedentary)
dan
kurang gerak ditambah dengan adanya faktor risiko, berupa
merokok,
pola makan yang tidak sehat dapat menyebabkan penyakit
tidak
menular, seperti penyakit jantung, pembuluh darah,
penyakit tekanan
darah tinggi, penyakit kencing manis, berat badan lebih,
osteoporosis,
kanker usus, depresi dan kecemasan.
Studi WHO pada faktor-faktor risiko menyatakan bahwa gaya
hidup
duduk terus-menerus dalam bekerja adalah 1 dari 10
penyebab
kematian dan kecacatan di dunia. Lebih dari dua juta
kematian setiap
tahun disebabkan oleh kurangnya bergerak/aktifitas fisik.
Pada
kebanyakan negara diseluruh dunia antara 60% hingga 85%
orang
dewasa tidak cukup beraktifitas fisik untuk memelihara
fisik mereka.
Menurut penelitian yang bekerja sama dengan WHO tahun
1999,
menyatakan bahwa penyakit tidak menular atau degeneratif
merupakan penyebab 60% kematian dan 43% beban penyakit
global.
Tahun 2020 diperkirakan penyakit tidak menular menjadi
penyebab
73% kematian dan 60% beban penyakit global. Demikian juga
hasil
Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT), proporsi penyakit
kardiovaskuler meningkat dari tahun ke tahun sebagai
akibat kematian;
5,9% tahun 1975, 9,1% tahun 1986, 16% dan pada tahun 1995
19%.
Diberbagai negara maju dan berkembang, lebih dari 25
tahun terakhir
penyakit tidak menular tersebut menjadi penyebab kematian
nomor
satu.
Hasil penelitian Dede Kusmana tahun 2002 memperlihatkan
bahwa
orang yang mempunyai gaya hidup : tidak merokok,
berolahraga
secara teratur, dan melakukan kerja fisik, ternyata
berpeluang lima kali
lebih tinggi terhidar dari penyakit jantung dan stroke
dari pada yang
bergaya hidup sebaliknya.
Selanjutnya menurut Manoefris Kasim, tahun 2002,
menambahkan
bahwa faktor kegemukan, kurang gerak, riwayat keluarga
terkena
penyakit kardiovaskular, serta penyakit diabetes mempunya
risiko
terkena penyakit jantung koroner empat kali lebih tinggi
dibanding
yang tidak menderita diabetes.
Agar masyarakat terhindar dari penyakit-penyakit
tersebut. WHO
dalam memperingati Hari Kesehatan Sedunia ke 54, 7 April
2002
menetapkan
tema "Fit For Health" yang berkembang menjadi "Move
For
Health" diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi "Bergerak
Agar
Sehat dan Bugar". Oleh karena itu kegiatan aktifitas fisik/latihan
fisik dan atau olahraga perlu menjadi gerakan masyarakat.
Tujuan penyusunan buku ini adalah untuk meningkatkan
pengetahuan
dan pemahaman para petugas kesehatan tentang kesehatan
olahraga
ditingkat pelayanan kesehatan dasar (Puskesmas), dan
tingkat
pelayanan kesehatan rujukan (Balai Kesehatan Olahraga
Masyarakat)/
BKOM, Rumah Sakit) sehingga dapat memberikan pelayanan
kepada
masyarakat agar masyarakat terhindar dari berbagai
penyakit tidak
menular dan dapat meningkatakan derajat kesehatan,
kebugaran serta
produktifitas kerja.
B. PENGERTIAN
1. Bergerak/aktifitas fisik adalah setiap gerakan tubuh
yang
meningkatkan pengeluaran tenaga dan energi (pembakaran
Kalori)
2. Olahraga adalah suatu bentuk aktivitas fisik yang
terencana dan
terstruktur, yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang
dan
ditujukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani.
3. Sehat adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan
sosial yang
memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial
dan
ekonomis.
4. Bugar adalah kemampuan tubuh untuk melakukan kegiatan
seharihari
tanpa menimbulkan kelelahan fisik dan mental yanberlebih
BAB II
BERGERAK/AKTIFITAS
FISIK
A. JENIS AKTIFITAS FISIK
Dalam kegiatan sehari-hari setiap orang (individu)
melakukan
berbagai aktifitas fisik.
Aktifitas fisik tersebut akan meningkatkan pengeluaran
tenaga dan
energi (pembakaran kalori), misalnya :
NO AKTIFITAS FISIK KALORI YANG
DIKELUARKAN
1. Cuci Baju 3,56 Kcal/menit
2. Mengemudi Mobil 2,80 Kcal/menit
3. Mengecat Rumah 3,50 Kcal/menit
4. Potong Kayu 3,80 Kcal/menit
5. Menyapu Rumah 3,90 Kcal/menit
6. Jalan Kaki (kec. 3,5 Mil/jam) 5,60 - 7,00 Kcal / menit
7. Mengajar 1,70 Kcal/menit
8. Membersihkan Jendela 3,70 Kcal/menit
9. Berkebun 5,60 Kcal/menit
10. Menyetrika 4,20 Kcal/menit
B. MANFAAT AKTIFITAS FISIK
1. Manfaat
Fisik/Biologis
a. Menjaga tekanan darah tetap stabil dalam batas normal.
b. Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.
c. Menjaga berat badan ideal.
d. Menguatkan tulang dan otot.
e. Meningkatkan kelenturan tubuh.
f. Meningkatkan kebugaran tubuh.
2. Manfaat
Psikis/Mental.
a. Mengurangi stress.
b. Meningkatkan rasa percaya diri.
c. Membangun rasa sportifitas.
d. Memupuk tanggung jawab.
e. Membangun kesetiakawanan sosial.
C. CARA MELAKUKAN AKTIFITAS FISIK
1. Lakukan aktifitas fisik sekurang-kurangnya 30 menit
per
hari dengan baik dan benar agar bermanfaat bagi kesehatan
dan
kebugaran tubuh, misalnya :
a. Turun bus lebih awal menuju tempat kerja yang
kira-kira
menghabiskan 20 menit berjalan kaki dan saat pulang
berhenti
di halte yang menghabiskan kira-kira 10 menit berjalan
kaki
menuju rumah.
b. Membersihkan rumah selama 10 menit, dua kali dalam
sehari
ditambah 10 menit bersepeda.
c. Berdansa selama 30 menit.
2. Lakukan secara bertahap hingga mencapai 30 menit. Jika
belum
terbiasa dapat dimulai dengan beberapa menit setiap hari
dan
ditingkatkan secara bertahap.
3. Aktifitas fisik dianjurkan minimal 30 menit, lebih
lama akan lebih
baik.
4. Aktifitas fisik dapat dilakukan dimana saja, dengan
memperhatikan
lingkungan yang aman dan nyaman, bebas polusi, tidak
menimbulkan cedera, misalnya : dirumah, sekolah, tempat
kerja,
dan tempat-tempat umum (sarana olahraga, lapangan, taman,
tempat rekreasi, dll.)
5. Aktifitas fisik dapat dimulai sejak usia muda hingga
usia lanjut dan
dapat dilakukan setiap hari.
BAB III
OLAH RAGA
A. JENIS OLAH RAGA
1. Aerobik
adalah : Olahraga yang dilakukan secara terus-menerus
dimana kebutuhan oksigen masih dapat dipenuhi tubuh.
Misalnya :
Jogging, senam, renang, bersepeda.
2. Anaerabik
adalah : Olahraga dimana kebutuhan oksigen tidak
dapat dipenuhi seluruhnya oleh tubuh. Misalnya : Angkat
besi, lari
sprint 100 M, tenis lapangan, bulu tangkis.
B. MANFAAT OLAHRAGA
1. Meningkatkan kerja dan fungsi jantung, paru dan
pembuluh darah
yang ditandai dengan :
a. Denyut nadi istirahat menurun.
b. Isi sekuncup bertambah.
c. Kapasitas bertambah.
d. Penumpukan asam laktat berkurang.
e. Meningkatkan pembuluh darah kolateral.
f. Meningkatkan HDL Kolesterol.
g. Mengurangi aterosklerosis.
2. Meningkatkan kekuatan otot dan kepadatan tulang yang
ditandai
pada :
a. Pada anak : mengoptimalkan pertumbuhan.
b. Pada orang dewasa : memperkuat masa tulang,
menurunkan nyeri sendi kronis pada pinggang, punggung dan
lutut.
3. Meningkatkan kelenturan (fleksibilitas) pada tubuh
sehingga dapat
mengurangi cedera.
4. Meningkatkan metabolisme tubuh untuk mencegah
kegemukan
dan mempertahankan berat badan ideal.
5. Mengurangi resiko terjadinya berbagai penyakit seperti
:
a. Tekanan darah tinggi : mengurangi tekanan sistolik dan
diastolik.
b. Penyakit jantung koroner : menambah HDL-kolesterol dan
mengurangi lemak tubuh.
c. Kencing manis : menambah sensitifitas insulin.
d. Infeksi : meningkatkan sistem imunitas.
6. Meningkatkan sistem hormonal melalui peningkatan
sensitifitas
hormon terhadap jaringan tubuh.
7. Meningkatkan aktivitas sistem kekebalan tubuh terhadap
penyakit
melalui peningkatan pengaturan kekebalan tubuh.
8. Penelitian Kavanagh, latihan aerobik 3 kali seminggu
selama 12
minggu.
a. Meningkatkan pembuluh darah kolateral.
b. Meningkatkan HDL kolesterol.
c. Mengurangi aterosklerosis.
C. PERSIAPAN SEBELUM OLAHRAGA
1. Pilih olahraga yang digemari, aman, mudah, dan murah.
2. Sebaiknya sebelum melakukan olahraga dilakukan
pemeriksaan
pendahuluan untuk menentukan dosis yang aman dan jenis
olahraga yang cocok (tes pembebanan/stress test) terutama
bila :
a. Ada keluhan seperti sering pusing, sesak nafas,
nyeri dada.
b. Berpenyakit seperti penyakit jantung koroner,
asma, kencing
manis, hipertensi, dll.
c. Berusia diatas 30 tahun.
3. Sebaiknya gunakan pakaian dan sepatu olahraga yang
sesuai dan
nyaman.
4. Jangan lakukan olahraga setelah makan kenyang, sebaiknya
tunggu
sampai 2 jam.
5. Minum minuman yang sejuk dan sedikit manis (manis
jambu).
D. OLAHRAGA YANG BAIK DAN BENAR
1. Olahraga daapt dimulai sejak usia muda hingga usia
lanjut.
2. Dapat dilakukan dimana saja, dengan memperhatikan
lingkungan
yang mana dan nyaman, bebas polusi, tidak menimbulkan
cedera,
misalnya : dirumah, tempat kerja, dan dilapangan.
3. Olahraga hendaknya dilakukan secara bervariasi,
berganti-ganit
jenisnya supaya tidak monoton.
4. Dilakukan secara bertahap dimulai dari pemanasan 5 -
10 menit,
diikuti dengan latihan inti minimal 20 menit dan diakhiri
dengan
pendinginan selama 5 - 10 menit.
5. Frekuensi latihan dilakukan secara teratur 3 - 5 kali
per minggu.
6. Intensitas latihan :
a. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh harus mencapai 70%
-
85% denyut nadi maksimal (DNM). DNM adalah denyut nadi
maksimal yang dihitung berdasarkan :
DNM = 220 - UMUR
b. Untuk membakar lemak dengan intensitas yang lebih
ringan
yaitu 60 - 70 % DNM.
Contoh :
Orang dengan usia 40 tahun akan mempunyai
DNM = 220 - 40 = 180.
Untuk membakar lemak orang tersebut harus berolahraga
dengan denyut nadi mencapai :
60% x 180 = 108 s/d 70% x 180 = 126.
7. Waktu
Mulai semampunya, ditambah secara perlahan-lahan. Untuk
meningkatkan daya tahan tubuh (endurence) perlu waktu antara
1/2
- 1 jam, untuk membakar lemak perlu waktu lebih lama
(lebih dari
satu jam).
E. YANG PERLU DIPERHATIKAN SETELAH BEROLAHRAGA
1. Jangan langsung makan kenyang setelah berolahraga,
makanlah
makanan lunak/cairan seperti bubur kacang hijau.
2. Minumlah secukupnya bila banyak berkeringat dan jangan
langsung mandi.
3. Gantilah pakaian olahraga yang digunakan bila terlalu
basah.
F. YANG TIDAK DIANJURKAN BEROLAHRAGA
1. Bila sedang demam.
2. Untuk olahraga jalan bila terdapat varises pada kaki
dan pada,
nyeri pada sendi terutama pada lutut.
3. Penyakit-penyakit :
a. Tekanan darah tinggi tidak terkontrol.
b. Kencing manis tidak terkontrol.
c. Kelainan katup jantung.
BAB IV
KEBUGARAN
JASMANI
A. KOMPONEN
KEBUGARAN JASMANI
Kebugaran jasmani sangat penting dalam menunjang
aktifitas
kehidupan sehari-hari, akan tetapi nilai kebugaran
jasmani tiap-tiap
orang berbeda-beda sesuai dengan tugas/profesi
masing-masing.
Kebugaran jasmani terdiri dari komponen-komponen yang
dikelompokkan menjadi kelompok yang berhubungan dengan
kesehatan
(Health Related Physical Fitness) dan kelompok yang
berhubungan
dengan ketrampilan (Skill Related Physical Fitness).
Dalam
buku panduan ini hanya dijelaskan komponen kebugaran
jasmani yang berkaitan dengan kesehatan.
1. Komposisi tubuh
a. Adalah persentase (%) lemak dari berat badan total dan
Indeks
Massa Tubuh (IMT).
b. Lemak cepat meningkat setelah berumur 30 tahun dan
cenderung menurun setelah berumur 60 tahun.
c. Memberi bentuk tubuh.
d. Pengukuran : Skinfold callipers, IMT,
IMT = (Berat Badan Dalam kg : Tinggi Badan Dalam
M2)
e. Obesitas pada anak-anak disebabkan oleh : hipeplasi
dan
hipertropi sel adiposit serta input berlebihan.
f. Obesitas pada orang dewasa oleh : hiperplasi dan
hipertropi sel
adiposit serta output yang kurang.
2. Kelenturan/fleksibilitas tubuh
a. Adalah luas bidang gerak yang maksimal pada
persendian,
tanpa dipengaruhi oleh suatu paksaan atau tekanan.
b. Dipengaruhi oleh
?? Jenis sendi
?? Struktur tulang
?? Jaringan sekitar
sendi, otot, tendon dan ligamen.
c. Wanita (terutama ibu hamil) lebih lentur dari
laki-laki.
d. Anak-anak lebih besar dari orang dewasa.
e. Puncak kelenturan terjadi pada akhir masa pubertas.
f. Penting pada setiap gerak tubuh karena meningkatkan
efisiensi
kerja otot.
g. Dapat mengurangi cedera (orang yang kelenturannya
tidak baik
cenderung mudah mengalami cedera).
h. Pengukuran:Duduk tegak depan(Sit and
reachTest)Flexometer.
3. Kekuatan Otot
a. Adalah kontraksi maksimal yang dihasilkan otot,
merupakan
kemampuan untuk membangkitkan tegangan terhadap suatu
tahanan.
b. Laki-laki kira-kira 25% lebih besar dari wanita
(Testoteronmerupakan anabolik steroid).
c. Diukur dengan dinamometer.
4. Daya tahan jantung paru
a. Kemampuan jantung, paru dan pembuluh darah untuk berfungsi
secara optimal pada waktu kerja dalam mengambil
O2 secara maksimal (VO2 maks) dan menyalurkannya
keseluruh tubuh terutama jaringan aktif sehingga dapat
digunakan untuk proses metabolisme tubuh.
b. Kemampuan otot-otot besar untuk melakukan pekerjaan
cukup
berat dalam waktu lama secara terus menerus.
c. Merupakan komponen kebugaran jasmani terpenting.
d. Pengukuran : test lari 2,4 Km (12 menit), Bangku
Harvard test,
Ergocycles test.
5. Daya tahan otot
a. Merupakan kemampuan untuk kontraksi sub maksimal
secara
berulang-ulang
atau untuk berkontraksi terus menerus dalam
suatu
waktu tertentu.
b.
Mengatasi kelelahan.
c.
Pengukuran : Push up test, Sit up test.
B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUGARAN
JASMANI
1. Umur
Kebugaran jasmani anak-anak meningkat sampai mencapai
maksimal pada usia 25-30 tahun, kemudian akan terjadi
penurunan
kapasitas fungsional dari seluruh tubuh, kira-kira
sebesar 0,8-1%
per tahun, tetapi bila rajin berolahraga penurunan ini
dapat
dikurangi
sampai separuhnya.
2.
Jenis Kelamin
Sampai
pubertas biasanya kebugaran jasmani anak laki-laki hampir
sama
dengan anak perempuan, tapi setelah pubertas anak-anak
laki-laki
biasanya mempunayi nilai yang jauh lebih besar.
3.
Genetik
Berpengaruh
terhadap kapasitas jantung paru, postur tubuh,
obesitas,
haemoglobin/sel darah dan serat otot.
4.
Makanan
Daya
tahan yang tinggi bila mengkonsumsi tinggi karbohidrat (60-
70
%). Diet tinggi protein terutama untuk memperbesar otot dan
untuk
olah raga yang memerlukan kekuatan otot yang bear.
5.
Rokok
berpengaruh
terhadap daya tahan, selain itu menurut penelitian
Perkins
dan Sexton, nicotine yang ada, dapat memperbesar
pengeluaran energi dan mengurangi nafsu makan.
PERHATIAN
Jika ada seseorang dengan gangguan jantung, hipertensi,
nyeri
dada, pusing, kehilangan kesadaran, masalah tulang dan
sendi,
asma, sesak napas atau hamil sebaiknya berkonsultasi ke
dokter
sebelum berolah raga.
BAB V
P E N U T U P
Panduan ini
sebagai acuan mahasisw dalam memberikan
informasi mengenai pelaksanaan kegiatan aktifitas
fisik dan atau olahraga
yang baik dan benar sehingga bermanfaat untuk
meningkatkan derajat
kesehatan dan derajat kebugaran.
Untuk melengkapi pengetahuan yang diperlukan,
diharapkan petugas
kesehatan dapat membaca/mempelajari buku-buku lain
mengenai kesehatan
olahraga.
Semoga hand book ini dapat bermanfaat bagi semua pihak
sehingga kesehatan olahraga dapat berkembang.
kunjungi http://aliffatkhurahman.blogspot.com/ untuk mencari info dan materi kesehatan dan olahraga. semoga bermanfaat. :)
Komentar
Posting Komentar