BAB I
PENDAHULUAN
OBESITAS SEBAGAI FAKTOR RISIKO PENYAKIT KARDIOVASKULER
Prevalensi obesitas meningkat
secara tajam pada dekade akhir ini, sehingga merupakan bagian dari epidemi pada
beberapa negara. Obesitas adalah keadaan dimana terjadi
penimbunan lemak yang berlebihan di dalam tubuh. Beberapa penelitian dengan
populasi yang besar telah menunjukkan adanya hubungan yang jelas antara
kelebihan berat badan dengan kenaikan risiko terhadap
beberapa faktor risiko kardiovaskuler, seperti
hipertensi, dislipidemia, hiperglikemia, DM Tipe 2 serta gangguan fibrinolisis
dan memicu trombosis.
Secara langsung obesitas dapat
menyebabkan perubahan struktur serta fungsi jantung melalui peningkatan cardiac
output atau
stroke volume dan volume overload atau
pressure overload yang dalam jangka panjang menyebabkan
obesity cardiomyopathy dan payah jantung kongesti. Secara tidak langsung, obesitas lewat efeknya pada resistensi insulin, hipertensi,
serta dislipidemia akan meningkatkan faktor risiko penyakit
kardiovaskuler. Penurunan berat badan di samping dapat
meningkatkan efek penurunan tekanan darah pada pengobatan antihipertensi yang
sedang diberikan, juga memiliki efek menguntungkan pada faktor-faktoir risiko kardiovaskuler lainnya seperti resistensi insulin, Diabetes
Tipe 2 dan dislipidemia. Tujuan utama pengobatan terhadap
penderita kegemukan dengan risiko kardiovaskuler adalah
penurunan berat badan baik dengan secara non farmakologis dengan diet,
perubahan pola hidup, dan latihan fisik, serta secara farmakologis dengan obat-obatan.
BAB II
PEMBAHASAN
Penyakit Kardiovaskular
Tahukah
anda, penyakit pembunuh nomer satu di dunia? Ya, penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama kematian dan cacatan di
seluruh dunia. Fakta dari WHO menyebutkan bahwa terjadi satu kematian akibat
penyakit kardiovaskular setiap dua detik, serangan jantung setiap lima detik
dan akibat stroke setiap enam detik. Setiap tahunnya diperkirakan 17 juta orang
meninggal akibat penyakit kardiovaskular. Mari kenali penyakit kardiovaskular agar kita
dapat menentukan langkah yang tepat menghadapi ancaman global ini.
Menurut
Ketua Perhimpunan Hipertensi Indonesia sekaligus Kardiologis Senior dari RS
Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Dr. Arieska Ann Soenarta, Sp.JP(K), penyakit kardiovaskular
merupakan suatu istilah untuk gangguan yang menyebabkan penyakit jantung
(kardio) dan pembuluh darah (vaskular).
Serangan
jantung dan stroke terutama disebabkan oleh aterosklerosis (penumpukan lemak)
pada dinding arteri pembuluh darah yang mensuplai jantung dan otak. Deposit
lemak yang bertumpuk menyebabkan terbentuknya lesi yang lama kelamaan akan
membesar dan menebal sehingga mempersempit arteri dan menghambat aliran darah.
Akhirnya pembuluh darah akan mengeras dan bersifat kurang lentur.
Gangguan
kardiovaskular yang disebabkan aterosklerosis dikaitkan dengan berkurangnya aliran
darah karena jantung dan otak tidak menerima suplai darah yang cukup. Hambatan
aliran darah selanjutnya dapat berakibat pada episode kardiovaskular yang lebih
serius termasuk serangan jantung dan stroke.
Adanya
sumbatan darah juga dapat menyebabkan terjadinya robekan jaringan di arteri
yang kemudian akan membengkak dan dapat menghambat seluruh pembuluh darah
sehingga mengakibatkan serangan jantung atau stroke.
Terdapat
sejumlah faktor yang menyebabkan seseorang berisiko terhadap penyakit
kardiovaskular. Faktor risiko ini dibagi menjadi dua kelompok, yang dapat
dikendalikan dan yang tidak dapat dikendalikan. 80 persen penyakit jantung
koroner dan serebrovaskular disebabkan oleh faktor risiko yang dapat
dikendalikan.
Faktor
risiko yang dapat dikendalikan meliputi kadar kolesterol darah yang tinggi
(hiperkolesterolemia), hipertensi, diabetes mellitus, obesitas, dan gaya hidup
(kurang gerak, merokok, konsumsi alkohol berlebihan). Sementara faktor risiko
yang tidak dapat dikendalikan meliputi usia, jenis kelamin, dan riwayat
penyakit kardiovaskular dalam keluarga.
Faktanya,
sekitar 75 persen penyakit kardiovaskular di seluruh dunia disebabkan oleh
faktor risiko konvensional termasuk obesitas, kurang aktivitas fisik, dan
penggunaan tembakau (merokok). Sementara di negara maju, sepertiga penyakit
kardiovaskular disebabkan lima faktor risiko yakni tembakau, alkohol, tekanan
darah tinggi, kolesterol, dan obesitas.
Ada
tiga bentuk penyakit kardiovaskular, yakni Penyakit Jantung Koroner, Penyakit
Serebrovaskular, Dan Penyakit Vaskular Perifer.
1.
PENYAKIT JANTUNG KORONER (CORONARY ARTERY DISEASE)
Penyakit jantung koroner adalah
penyakit pembuluh darah yang mensuplai jantung. Implikasinya meliputi
infark miokard (serangan jantung), angina (nyeri dada), dan aritmia (irama jantung abnormal). Penyakit
Arteri Koroner / penyakit jantung koroner (Coronary Artery Disease)
ditandai dengan adanya endapan lemak yang berkumpul di dalam sel yang melapisi
dinding suatu arteri koroner dan menyumbat aliran darah.
Endapan lemak (ateroma atau plak) terbentuk secara
bertahap dan tersebar di percabangan besar dari kedua arteri koroner utama,
yang mengelilingi jantung dan menyediakan darah bagi jantung.
Proses pembentukan ateroma ini disebut Aterosklerosis.
Supaya bisa berkontraksi dan memompa secara normal, otot jantung (miokardium)
memerlukan pasokan darah yang kaya akan oksigen dari arteri koroner.
Penyebab utama dari iskemi miokardial adalah penyakit
arteri koroner.
Komplikasi utama dari penyakit arteri koroner adalah angina dan serangan jantung (infark miokardial).
Komplikasi utama dari penyakit arteri koroner adalah angina dan serangan jantung (infark miokardial).
PENYEBAB
Secara spesifik, faktor-faktor yang
meningkatkan resiko terjadinya penyakit arteri koroner adalah:
v Diet kaya lemak
v Merokok
v Malas berolah raga.
Kolesterol
dan Penyakit Arteri Koroner
Resiko terjadinya penyakit arteri koroner meningkat pada peningkatan
kadar kolesterol total dan kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam
darah. Jika terjadi peningkatan kadar kolesterol HDL (kolesterol
baik), maka resiko terjadinya penyakit arteri koroner akan menurun.
Makanan
mempengaruhi kadar kolesterol total dan karena itu makanan juga mempengaruhi
resiko terjadinya penyakit arteri koroner. Merubah pola makan (dan bila perlu
mengkonsumsi obat dari dokter) bisa menurunkan kadar kolesterol. Menurunkan
kadar kolesterol total dan kolesterol LDL bisa memperlambat atau mencegah
berkembangnya penyakit arteri koroner.
Menurunkan
kadar LDL sangat besar keuntungannya bagi seseorang yang memiliki faktor resiko
berikut:
·
Merokok sigaret
·
Tekanan darah tinggi
·
Kegemukan
·
Malas berolah raga
·
Kadar trigliserida tinggi
·
Keturunan
·
Steroid pria (androgen).
GEJALA
1.
Nyeri dada (angina). Anda
mungkin merasa tekanan atau sesak di dada, seolah-olah seseorang sedang berdiri
di dada Anda. Rasa sakit, yang disebut sebagai angina, biasanya dipicu oleh
tekanan fisik atau emosional. Hal itu biasanya hilang dalam beberapa menit
setelah menghentikan aktivitas yang menyebabkan tekanan. Pada beberapa orang,
terutama perempuan, nyeri ini mungkin sekilas atau tajam dan terasa di perut,
punggung, atau lengan.
2.
Sesak napas. Jika jantung tidak
dapat memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh Anda, Anda dapat
mengalami sesak napas atau kelelahan ekstrem tanpa tenaga .
3.
Serangan jantung. Jika arteri
koroner menjadi benar-benar diblokir, Anda mungkin mengalami serangan jantung.
Gejala klasik serangan jantung termasuk tekanan yang menyesakkan dada dan sakit
pada bahu atau lengan, kadang-kadang dengan sesak napas dan berkeringat. Wanita
mungkin kurang mengalami tanda-tanda khas serangan jantung dibanding laki-laki,
termasuk mual dan sakit punggung atau rahang. Kadang-kadang serangan jantung
terjadi tanpa ada tanda-tanda atau gejala yang jelas.
2.
PENYAKIT SEREBROVASKULAR
Penyakit serebrovaskular adalah
penyakit pembuluh darah yang mensuplai otak. Implikasinya meliputi stroke
(kerusakan sel otak karena kurangnya suplai darah) dan transient ischaemic
attack (kerusakan sementara pada penglihatan, kemampuan berbicara, rasa
atau gerakan).
Stroke bisa berupa iskemik
maupun perdarahan (hemoragik). Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti
karena aterosklerosis atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu
pembuluh darah.
Pada stroke hemoragik, pembuluh
darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke
dalam suatu daerah di otak dan merusaknya.
PENYEBAB
PENYEBAB
Pada stroke iskemik, penyumbatan
bisa terjadi di sepanjang jalur arteri yang menuju ke otak. Misalnya suatu ateroma
(endapan lemak) bisa terbentuk di dalam arteri karotis sehingga
menyebabkan berkurangnya aliran darah. Keadaan ini sangat serius karena setiap
arteri karotis dalam keadaan normal memberikan darah ke sebagian besar otak.
Endapan lemak juga bisa terlepas dari dinding arteri dan mengalir di dalam darah, kemudian menyumbat arteri yang lebih kecil.
Endapan lemak juga bisa terlepas dari dinding arteri dan mengalir di dalam darah, kemudian menyumbat arteri yang lebih kecil.
Arteri karotis dan arteri
vertebralis beserta percabangannya bisa juga tersumbat karena adanya bekuan
darah yang berasal dari tempat lain, misalnya dari jantung atau satu katupnya.
Stroke semacam ini disebut emboli serebral, yang paling sering terjadi pada penderita yang baru menjalani pembedahan jantung dan penderita kelainan katup jantung atau gangguan irama jantung (terutama fibrilasi atrium).
Stroke semacam ini disebut emboli serebral, yang paling sering terjadi pada penderita yang baru menjalani pembedahan jantung dan penderita kelainan katup jantung atau gangguan irama jantung (terutama fibrilasi atrium).
Emboli lemak jarang menyebabkan stroke. Emboli lemak terbentuk jika lemak dari sumsum
tulang yang pecah dilepaskan ke dalam aliran darah dan akhirnya bergabung di
dalam sebuah arteri.
Stroke juga bisa terjadi bila suatu
peradangan atau infeksi menyebabkan menyempitnya pembuluh darah yang menuju ke
otak. Obat-obatan (misalnya kokain dan amfetamin) juga bisa mempersempit
pembuluh darah di otak dan menyebabkan stroke.
Penurunan tekanan darah yang
tiba-tiba bisa menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak, yang biasanya
menyebabkan seseorang pingsan. Stroke bisa terjadi jika tekanan darah rendahnya
sangat berat dan menahun.
Hal ini terjadi jika seseorang
mengalami kehilangan darah yang banyak karena cedera atau pembedahan, serangan
jantung atau irama jantung yang abnormal.
GEJALA
Sebagian besar kasus terjadi secara
mendadak, sangat cepat dan menyebabkan kerusakan otak dalam beberapa menit (completed
stroke). Stroke bisa menjadi bertambah buruk dalam beberapa jam sampai 1-2
hari akibat bertambah l luasnya jaringan otak yang mati (stroke in evolution). Perkembangan
penyakit bisasanya (tetapi tidak selalu) diselingi dengan periode stabil,
dimana perluasan jaringan yang mati berhenti sementara atau tejadi beberapa perbaikan.
Gejala yang terjadi tergantung kepada daerah
otak yang terkena:
Ø Hilangnya rasa atau adanya sensasi abnormal pada lengan atau tungkai
atau salah satu sisi tubuh
Ø Kelemahan atau kelumpuhan lengan atau tungkai atau salah satu sisi
tubuh
Ø Hilangnya sebagian penglihatan atau pendengaran
Ø Penglihatan ganda
Ø Pusing
Ø Bicara tidak jelas (rero)
Ø Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat
Ø Tidak mampu mengenali bagian dari tubuh
Ø Pergerakan yang tidak biasa
Ø Hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih
Ø Ketidakseimbangan dan terjatuh
Ø Pingsan
Kelainan neurologis yang terjadi
lebih berat, lebih luas, berhubungan dengan koma atau stupor dan
sifatnya menetap. Selain itu, stroke bisa menyebabkan depresi atau ketidakmampuan
untuk mengendalikan emosi. Stroke bisa menyebabkan edema atau
pembengkakan otak. Hal ini berbahaya karena ruang dalam tengkorak sangat
terbatas. Tekanan yang timbul bisa lebih jauh merusak jaringan otak dan
memperburuk kelainan neurologis, meskipun strokenya sendiri tidak bertambah
luas.
3.
PENYAKIT VASKULAR PERIFER
Penyakit vaskular perifer adalah
penyakit pembuluh darah yang mensuplai tangan dan kaki yang berakibat rasa
sakit yang sebentar datang dan pergi, serta rasa sakit karena kram otot kaki
saat olah raga. Kram merupakan kontraksi otot yang memendek atau kontraksi sekumpulan
otot yang terjadi secara mendadak dan singkat, yang biasanya menimbulkan nyeri.
PENYEBAB
Kram biasa terjadi pada seseorang
yang sehat, terutama setelah melakukan aktivitas yang berat. Beberapa orang
lainnya mengalami kram pada tungkainya ketika sedang tidur malam. Kram bisa
disebabkan oleh kurangnya aliran darah ke otot yang terkena.
GEJALA
Kram paling sering terjadi pada
otot betis atau kaki.
Amlodipin untuk Gangguan Kardiovaskular
Setiap orang memiliki faktor
risiko menderita gangguan kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), sehingga
usia bukan lagi merupakan satu-satunya parameter seseorang akan mengalami gangguan
sistem kardiovaskular.
Salah satu jenis penyakit
kardiovaskular yang semakin tinggi prevalensinya sejalan dengan perubahan gaya
hidup adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Prevalensi hipertensi di
Indonesia di daerah urban dan rural berkisar antara 17-21%. Bila seseorang
sudah mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi) maka orang tersebut memiliki
risiko kecenderungan mengalami gangguan sistem metabolik seperti penyakit
diabetes mellitus, stroke, jantung dan ginjal.
Pada akhir abad 20, penyakit
jantung dan pembuluh darah menjadi penyebab utama kematian di negara maju dan
negara berkembang. Faktor risiko hipertensi bisa diperoleh dari faktor riwayat
keturunan, kegemukan (obesitas), merokok, minum alkohol, menkonsumsi garam
berlebih, kurang berolah raga, menderita diabetes mellitus, stress dan
lain-lain.
Salah satu ganguan
kardiovaskular yang juga sering terjadi adalah angina pectoris. Penyakit ini
disebabkan karena adanya kelainan pembuluh darah koroner, sehingga darah tidak
mampu mensuplai oksigen ke jantung yang akhirnya menimbulkan keluhan nyeri dada
akibat dari kontraksi otot jantung yang terus menerus. Jika ini tidak
terdeteksi sejak awal, penderita bisa mengalami kematian mendadak.
Lalu bagaimana mengatasi
penyakit hipertensi dan angina pectoris? Selain dengan menjaga pola hidup dan
pola makan sehari-hari, asupan obat sangatlah penting untuk mengurangi risiko
kematian karena penderita kardiovaskular tidak dapat lepas dari konsumsi obat
setiap hari seumur hidupnya.
Salah satu obat yang efektif
mengatasi kasus hipertensi dan angina pectoris adalah dengan mengkonsumsi
preparat yang mengandung Amlodipin. Amlodipin merupakan kelompok Calcium
Channel Blocker (CCB) yang bekerja dengan merelaksasi otot jantung dan dinding
pembuluh darah melalui penghambatan suplai ion kalsium sehingga dapat mencegah
pengerasan pembuluh darah dan otot jantung.
Bulan Juli tahun 2009, PT
Indofarma memberikan solusi bagi penderita hipertensi dan angina pectoris
dengan meluncurkan produk baru yaitu AMLOTEN 5 dan 10 mg (Amlodipin). Dengan
mengambil tagline Once a Day Amloten gives you The Right Choice for Quality and
Value kami berharap pasien tidak perlu lagi merasa kuatir karena hanya dengan
mengkonsumsi Amlodipin 1 kali sehari, risiko kematian dapat diperkecil. (Advetorial
Indofarma).
Salah
satu faktor risiko penyakit kardiovaskular yang dapat dikendalikan adalah kadar
kolesterol darah yang tinggi (hiperkolesterolemia).
Sejatinya,
kolesterol ada di setiap sel tubuh dan setiap sel memerlukannya. Risiko terkena
penyakit kardiovaskular meningkat bila terdapat banyak lemak dalam darah. Penurunan
berat badan, diet rendah lemak, dan perubahan gaya hidup dapat menurunkan
kolesterol. Kadang, ketiga hal ini saja tidak cukup. Kadar kolesterol tetap
tinggi sehingga Anda berisiko terkena serangan jantung atau stroke.
Kolesterol
hanyalah salah satu jenis lemak (lipid) dalam darah. Sering kali orang
menganggap kolesterol itu racun, padahal kita tidak dapat hidup tanpa
kolesterol. Kolesterol sangat penting untuk membran sel tubuh, insulator
(selubung) saraf, dan memproduksi hormon tertentu. Kolesterol juga membantu
proses pencernaan.
Hati
memproduksi sekitar 80% kolesterol di tubuh. Selebihnya berasal dari konsumsi
produk hewani.
Seperti
halnya zat gizi dari makanan, kolesterol dikirim ke seluruh tubuh melalui
aliran darah. Dalam proses ini, kolesterol membentuk ikatan dengan protein.
Paket koleterol-protein ini disebut lipoprotein.
Kolesterol
lipoprotein berkerapatan rendah (low-density lipoprotein/LDL) sering
disebut sebagai kolesterol “jahat”. Lama-kelamaan kolesterol ini bersama bahan
lain menumpuk di pembuluh darah dan menyebabkan plak. Plak ini dapat
menyebabkan penyumbatan yang berakibat terjadinya serangan jantung dan stroke.
Sebaliknya,
kolesterol lipoprotein berkerapatan tinggi (high-density lipoprotein/HDL)
sering disebut sebagai kolesterol “baik” karena mambantu membersihkan
kolesterol dari pembuluh darah.
Cara untuk
menurunkan kadar kolesterol dalam darah yakni dengan melakukan perubahan pola
hidup. Pola hidup yang sehat merupakan pilihan terbaik. Adapun cara menurunkan
kadar kolesterol diantaranya adalah sebagai berikut:
· Berolah raga secara
teratur.
· Menjaga berat badan yang
sehat.
· Mengurang jumlah alkohol,
karbohidrat dan lemak jenuh dalam makanan.
· Banyak mengkonsumsi
buah-buahan, sayur-sayuran, roti gandum, sereal dan buncis.
· Hanya mengkonsumsi susu
skim, keju, krim asam dan yogurt yang rendah lemak.
· Mengurangi konsumsi daging
tanpa lemak, ayam tanpa kulit dan ikan.
· Menghindari makanan yang
banyak mengandung lemak dan kaya akan kolesterol, seperti kentang goreng dan
makanan cepat saji lainnya, tortila, sosis, daging babi, hot dog, kue, kue
kering, dan hidangan pencuci mulut lainnya.
· Jangan menggoreng makanan
anda, tapi masaklah dengan microwave, direbus, dipanggang atau dibakar.
· Hindari juga lemak jenuh,
yang terdapat di dalam daging atau produk hewan lainnya. Lemak jenuh
meningkatkan kadar kolesterol darah, meskipun makanan yang mengandung lemak
jenuh diberi label "bebas kolesterol".Contohnya, kue bebas kolesterol
mungkin kaya akan lemak jenuh seperti minyak palem atau minyak kelapa, yang akan
menaikkan kadar kolesterol anda.
· Tidak ada anjuran mengenai
jumlah asupan total lemak perhari. Meskipun demikian, anda harus mencoba untuk
membatasinya sampai 30% atau kurang dari total kalori setiap harinya dan lemak
yang berasal dari lemak jenuh harus kurang dari 10%.
Memang,
tidak bisa dilakukan intervensi terhadap faktor risiko yang tidak dapat
dikendalikan. Usia, jenis kelamin, dan riwayat penyakit kardiovaskular dalam
keluarga merupakan hal yang tidak mungkin diubah. Langkah nyata selanjutnya
hanyalah bagaimana me-manage faktor risiko yang dapat dikendalikan.
Terlihat
jelas bahwa faktor risiko yang dapat dikendalikan lebih dominan berkontribusi
sebagai penyebab penyakit kardiovaskular. Walaupun pengobatan dapat dilakukan
pada hampir semua bentuk penyakit kardiovaskular termasuk hipertensi,
kolesterol tinggi, dan diabetes mellitus, namun semua itu berpulang kepada
individu untuk menjalankan pola hidup sehat. Sedapat mungkin menghindari faktor
risiko yang dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular merupakan langkah terbaik
yang dapat dilakukan.
BAB III
PENUTUP
A.
Simpulan
Obesitas
adalah keadaan dimana terjadi penimbunan lemak yang berlebihan di dalam tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan
adanya hubungan antara kelebihan berat badan dengan kenaikan risiko terhadap beberapa faktor risiko kardiovaskuler,
seperti hipertensi, dislipidemia, hiperglikemia, DM Tipe 2 serta gangguan fibrinolisis
dan memicu trombosis.
Secara langsung obesitas dapat
menyebabkan perubahan struktur serta fungsi jantung melalui peningkatan cardiac
output atau
stroke volume dan volume overload atau
pressure overload yang dalam jangka panjang menyebabkan
obesity cardiomyopathy dan payah jantung kongesti. Secara tidak langsung, obesitas lewat efeknya pada resistensi insulin, hipertensi,
serta dislipidemia akan meningkatkan faktor risiko penyakit
kardiovaskuler.
Ada tiga bentuk
penyakit kardiovaskular, yakni Penyakit Jantung Koroner, Penyakit
Serebrovaskular, Dan Penyakit Vaskular Perifer.
B. Saran
Tujuan
utama pengobatan terhadap penderita kegemukan dengan
risiko kardiovaskuler adalah membuat program penurunan
berat badan baik secara non farmakologis dengan diet, perubahan pola hidup, dan
latihan fisik atau olahraga yang
teratur, serta secara farmakologis dengan obat-obatan.
kunjungi http://aliffatkhurahman.blogspot.com/ untuk mencari info dan materi kesehatan dan olah raga yang lainnya. semoga bermanfaat. :)
Komentar
Posting Komentar