TAEKWONDO
A. Definisi Taekwondo
Taekwondo adalah olahraga beladiri modern yang berakar dari beladiri tradisional "KOREA". taekwondo memiliki banyak kelebihan, tidak hanya mengajarkan aspek fisik belaka seperti keahlian dalam bertarung, melainkan juga sangat menekankan pada aspek disiplin, mental dan etika. Taekwondo mengandung aspek filosofi yang mendalam sehingga dengan mempelajari Taekwondo, pikiran, jiwa, raga kita secara menyeluruh akan ditumbuhkan dan dikembangkan.
Menurut V. Yoyok Suryadi (2002:1) Taekwondo terdiri dari 3 kata : "TAE" berarti kaki/ tendangan / menghancurkan dengan teknik tendangan, "KWON" berarti tangan / pukulan / hantaman dan mempertahankan diri dengan teknik tangan, serta "DO" yang berarti seni / cara mendisiplinkan diri / etika. Maka jika diartikan secara keseluruhan, "TAEKWONDO" adalah cara mendisiplinkan diri / seni beladiri yang menggunakan kaki / tangan kosong.
Menurut V. Yoyok Suryadi (2002:1) menerangkan bahwa 3 materi terpenting dalam berlatih taekwondo, yaitu : Poomsae, Kyukpa, dan Kyoruki.
- Poomsae merupakan rangkaian jurus / rangkaian teknik gerakan dasar serangan dan pertahanan diri yang dilakukan melawan musuh yang imajiner dengan mengikuti diagram tertentu. Setiap diagram rangkaian gerakan "Poomsae" didasari oleh filosofi Timur yang menggambarkan semangat dan cara pandang bangsa Korea.
- Kyukpa / teknik pemecahan benda keras adalah latihan teknik dengan memakai objek atau sasaran benda mati untuk mengukur kemampuan / ketepatan tekniknya. Objek atau sasaran yang biasa digunakan untuk latihan "Kyukpa" diantaranya yaitu papan kayu, batu bata, genting dan lainnya. teknik tersebut dilakukan dengan tendangan, pikulan, sabetan maupun tusukan.
- Kyoruki / pertarungan adalah latihan mengaplikasikan teknik gerakan dasar / Poomsae, dimana dua orang bertarung mempraktikan teknik serangan dan pertahanan diri.
B. Sejarah Taekwondo
Taekwondo memiliki sejarah yang sangat panjang, seiring dengan perjalanan sejarah bangsa Korea, dimana beladiri ini berasal. Sebutan taekwondo sendiri dikenal sejak 1954, yaitu merupakan modifikasi dan penyempurnaan beladiri tradisional Korea.
Pada 16 September 1961, Taekwondo sempat berubah nama mendadi "taesoodo", namun kembali menjadi "taekwondo" dengan organisasi nasionalnya yang bernama "Korea Taekwondo Ascociation" (KTA) pada tanggal 5 agustus 1965. Organisasi ini menjadi anggota "Korean Sport Council". Pada tahun 1972, Kukkiwon didirikan sebagai markas besar Taekwondo, hal ini menjadi penting bagi pengembangan taekwondo keseluruh dunia termasuk ke Indonesia.
Taekwondo mulai berkembang di Indonesia pada tahun 1970-an. Dimulai oleh aliran Taekwondo yang berafiliasi ke ITF (International Taekwondo Feseration) yang pada waktu itu bermarkan di Toronto (Kanada). Kemudian berkembang juga aliran Taekwondo yang berafiliasi ke WTF ( The World Taekwondo Federatiaon) yang berpusat di kukkiwon, Seoul, Korea Selatan dengan Presiden Dr. Un Young Kim.
Atas kesepakatan bersama dan melihat perkembangan dunia olahraga di tingkat Internasional dan Nasional, Musyawarah Nasional Taekwondo (MUNAS Taekwondo) pada tanggal 28 maret 1981 pada masa kepengurusan Bapak Sarwo Edi Wibowo berhasil menyatukan kedua organisasi Taekwondo tersebu menjadi ke WTF.
Kepengurusan / Organisasi resmi Taekwondo di Indonesia cuma ada 1, yaitu Pengurus Besar Taekwondo Indonesia yang di singkat PBTI, yang berafiliasi ke WTF. Kini Taekwondo telah berkembang di seluruh provinsi di Indonesia yang diikurtu oleh peserta aktif lebih dari 200.00 anggota. Taekwondo juga telah dipertandingkan sebagai cabang olahraga resmi di ajang PON / Pekan Olahraga Nasional.
C. Komponen Dasar Taekwondo
Menurut V. Yoyok Suryadi (2002:9) menyebutkan dasar - dasar Taekwondo terdiri dari 5 Komponen dasar, yaitu:
1. Bagian tubuh yang menjadi sasaran (Keup So)
2. Bagian tubuh yang digunakan untuk menyerang dan bertahan.
3. Sikap kuda - kuda (Soegi)
4. Teknik bertahan / menangkis (Makki)
5 Teknik serangan (Kongkyuk Kisul) yang terdiri dari :
a). Pukulan / Jierugi (Punching)
b). Sabetan / Chigi (Striking)
c). Tusukan / Chierugi (Thrusting)
d). Tendangan / Chagi (Kicking)
Dalam Taekwondo teknik yang dominan digunakan adalah teknik tendangan / Chagi. ada berbagai teknik tendangan dalam beladiri Taekwondo. Untuk melakukan tendangan diperlukan kecepatan, kekuatan dan terutama keseimbangan yang prima. selain itu diperlukan juga penguasaan jarak dan timing agar tendangan / serangan efektif dan efisien. Teknik tendangan dasar yang terpenting dalam Taekwondo adalah Ap Chagi, Doolyo Chagi, dan Yeop Chagi.
D. Perkembangan Taekwondo Era-Milenial
Pada awal mulanya, pertandingan taekwondo yang di pertandingkan di arena kejuaraan hanya "Kyoruki", yaitu pertandingan 1 lawan 1 mempraktikkan teknik dasar dari Poomsae dalam pertandingan. Setelah itu "Poomsae juga di masukkan kedalam salah 1 cabang / nomor kejuaraan dalam pertandingan cabang olahraga Taekwondo.
Setelah memasuki era milenial, berkembang pula yang namanya Taekwondo Demontration yaitu demontari gerakan - gerakan taekwondo yang di rakum dalam sebuah seni gerakan / tarian menggunakan teknik - teknik gerakan dalam taekwondo yang dilakukan secara berkelompok / dalam suatu kelompok. Dan yang terbaru ini salah 1 cabang / nomor Kejuaraan yang mulai di pertandingkan adalah Tricking / Speed Kicking, yaitu seni / rangkaian gerakan menggunakan teknik - teknik serangan dalam taekwondo yang dilakukan secara individu / perorangan.
Komentar
Posting Komentar