persalinan dalam air (tren baru persalinan)

PERSALINAN DALAM AIR
TREN BARU MELAHIRKAN

Meski sebenarnya cara melahirkan yang satu ini bukanlah hal yang baru, persalinan dalam air kini menjadi tren baru dalam melahirkan. Bahkan, beberapa rumah sakit juga sudah menyediakan fasilitas untuk melahirkan di dalam air. Mereka yang sudah pernah mencobanya mengaku cara tersebut bias membantu mengurangi rasa nyeri secara signifikan dan jauh lebih nyaman.
Berbagai penelitian juga membuktikan bahwa persalinan di dalam air bias mengurangi tekanan di daerah perut, membuat kontraksi lebih efisien, dan sirkulasi darah lebih baik. Selain itu, air juga membantu merilekskan otot-otot panggul sehingga proses persalinan bias berjalan lancar, menurunkan tekanan darah ketika si ibu merasa sangat cemas.
Air yang hangat juga membantu melenturkan vagina, vulva, dan perinerium, sehingga kemungkinan terjadi cedera menjadi lebih kecil.
Lalu, sejauh mana tingkat keamanannya? Suatu penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari the University of California, Amerika Serikat menunjukkan cara tersebut tidak meningkatkan resiko terjadinya infeksi selama proses persalinan dibanding para wanita yang menggunakan cara biasa.
Kemungkinan terjadinya water embolism, dimana air masuk ke dalam rahim lalu aliran darah si ibu melalui plasenta, menurut the Royal College of Obstetricians and Gynaecologists juga amat kecil. Karena itulah, bila kondisinya memungkinkan bagi anda untuk melahirkan secara normal di dalam air, tidak ada salahnya untuk mencoba.
Pada dasarnya proses persalinan di dalam air tak jauh berbeda dengan metode persalinan normal pada umumnya. Hanya tempatnya saja yang berbeda, yaitu di dalam bak berisi air, di dalam ruangan remang-remang sambil diiringi musik lembut. Bak tersebut haruslah berukuran besar, mampu menampung tubuh si ibu agar bias duduk dengan nyaman, dan irnya bias mencapai bagian ketiak, menutupi perut hingga sebatas bagian bawah payudara. Berikut adalah prosesnya jika anda mencoba metode persalinan yang satu ini.
Setelah semuanya dipersiapkan, anda diperbolehkan masuk ke dalam bak dan duduk di dalamnya. Sebaiknya masuklah ke dalam bak bila kontraksi sudah benar-benar terasa. Sebagian dari mereka yang mencoba cara persalinan ini memilih masuk ke dalam bak sesudah terjadi bukaan lima. Jika persalinan melambat saat anda berada di luar air, masuk saja ke dalam bak untuk merangsang kontraksi. Tapi bila kontraksi justru melambat ketika anda berada di dalam air, keluar saja sebentar dari bak. Oh ya, bila anda tak mau melepaskan seluruh busana anda kenakansaja kaos longgar atau kimono tipis untuk menutupi tubuh anda.
Saat berada di dalam bak, cobalah berbagai posisi, seperti berlutut, duduk, atau berbaring dengan posisi kepala bersandar di pinggir bak. Selama menunggu proses persalinan, minumlah bila haus, minimal setengah teko setiap beberapa jam sekali. Bahkan, makan makanan kecil dan minum selama proses persalinan terbukti mampu mengurangi lamanya proses persalinan hingga 90 menit.
Proses selanjutnya tidak jauh berbeda dari persalinan biasa.
Yang sedikit berbeda, selama proses persalinan, suhu air selalu dipantau dan disesuaikan dengan temperature air ketuban, yaitu antara 32 derajat hingga 36 derajat Celcius. Dan, saat bayi lahir, suhu air harus sekitar antara 36-37 derajat Celcius. Selain itu, suhu ibu pun harus dipantau terus secara teratur. Demikian pula dengan detak jantung bayi yang harus dipantau dengan alat khusus tahan air. Pemantauan dilakukan setiap 30 menit sekali pada tahap pertama persalinan, dan setiap kali terjadi kontraksi pada tahap kedua persalinan.(Iin Mawarida, AMd. Keb)

A.    Analisis Kalimat
1.      Kalimat tunggal
a.       Ibu merasa sangat cemas
à berpola ( S + P )
b.      Fasilitas untuk melahirkan di dalam air
à berpola ( S = KB + P = KK + O =KB )
2.      Kalimat majemuk setara
a.       Anda dipernolehkan masuk ke dalam bak dan anda bias duduk di dalamnya.
3.      Kalimat majemuk tidak setara
a.       Air yang hangat bias membantu melenturkan vagina, vulva dan perineum.
b.      Kontraksi bias melambat ketika kita berada di dalam air.
c.       Air bias mengurangi tekanan di daerah perut, membuat kontraksi lebuh efisien.
d.      Menurut the Royal College of Obstetricians and Gynaecologists juga amat kecil kemungkinan terjadi water embolism.
4.      Kalimat majemuk campuran
a.       Pemantauan dilakukan setiap 30 menit sekali pada tahap pertama persalinan, dan setiap kali terjadi kontraksi pada tahap kedua persalinan.
b.      Selama menunggu proses persalinan, minumlah bila haus minimal setengah teko setiap beberapa jam sekali.
c.       Selama proses persalinan, suhu air selalu dipantau dan disesuaikan dengan temperature air ketuban.
d.      Mereka yang sudah pernah mencobanya mengaku cara tersebut bias membantu mengurangi rasa nyeri.

B.     Pada wacana persalinan dalam air “Tren Baru Melahirkan” tidak ada yang salah dalam tanda baca di setiap paragrafnya. Semua tanda baca pada kalimat tersebut sesuai ejaan yang berlaku.














Istilah-istilah Kesehatan dalam kalimat :
1.            Nyeri      à  suatu rasa sakit yang terjadi di antara tulang-tulang persendian.
2.            Efisien    à  berhasil guna atau tepat guna.
3.            Sirkulasi à  pertukaran darah.
4.            Vagina    à  alat reproduksi wanita.
5.            Kontraksi à  suatu proses pergerakan di dalam perut bayi.
6.            Persalinan à  proses pengeluaran janin dari rahim ibu.
7.            Infeksi à  terjangkitnya penyakit karena terkontaminasi oleh lingkungan.
8.            Signifikan à  nyeri yang berkepanjangan.
9.            Vulva à  alat genital wanita bagian luar.

10.        Perineum à  disebut juga kerampang yang terletak di antara vulva dan anus panjangnya ± 4 cm

Komentar

Postingan populer dari blog ini

cara kerja paru - paru manusia:

Program Latihan Magang Cabor “Tae Kwon Do” Penkepor UNS 2011

panduan perwasitan bulu tangkis