MAKALAH
“Sport
massase”

Disusun Oleh :
Nama : alif fatkhurahman
NIM : K5611007
Prodi : Penkepor / 4
JPOK
FKIP UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
TAHUN
2013
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami curahkan kehadirat
Allah Yang Maha Esa atas limpahan rahmat-Nya kepada penulis sehingga dapat
menyelesaikan makalah Sport Massase ini dengan baik. Sport massage
memang penting bagi semua orang khususnya olahragawan. Pelaksanaan massage seluruh
tubuh diberikan pada setiap bagian tubuh. Urutan pelaksanaannya dapat dilakukan
dengan beberapa cara, tergantung dari bagian tubuh mana yang perlu mendapat
massage.
Untuk itu pada kesempatan ini
penulis menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
Bapak dan Ibu selaku dosen pembimbing mata kuliah Massase Olahraga
Kami menyadari bahwa buku ini
mungkin jauh dari sempurna, tapi paling tidak penulis telah berusaha semaksimal
mungkin untuk memberikan yang terbaik. Untuk itu, saran dan kritik sangat kami
harapkan.
Akhir kata, semoga makalah ini
bermanfaat bagi pembaca terutama mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan. Amin.
surakarta, 9 April 2013
Penulis
Alif fatkhurahman
K5611007
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sejak zaman purba manusia telah
mengenal massage dengan berbagai macam ragam bentuk dan cara penggunaanya. Hal
ini dapat diketahui dari peninggalan-peninggalan mereka yang berupa
tulisan-tulisan atau benda-benda relief yang masih ada hingga saat ini.
Pengetahuan tentang massage tidak
tercipta dari satu atau beberapa zaman atau hasil ciptaan beberapa orang,
tetapi adalah hasil dari pengalaman pemikiran dan penelitian orang zaman ke
zaman.
Pijatan atau yang lebih dikenal
dengan massase ini memiliki beberapa jenis diantaranya massase untuk umum atau
yang biasa kita lakukan, massase kecantikan yang biasanya ada di salon-salon
kecantikan yang gunanya untuk merawat bagian tubuh agar terlihat lebih cantik
dengan pijatan, dan yang kita bahas sekarang adalah massase olahraga (sport
massase) yang biasa dilakukan pada atltit atau olahragawan.
Massase olahraga ini
sebenarnya diperuntukkan bagi orang-orang sehat. Sport Massage umumnya
dilakukan sebelum, pada saat, dan setelah berolah raga, atau kapan pun dimana
anda mengalami kelelahan otot.
Pemijatan justru tak boleh langsung dilakukan setelah anda mengalami cidera yang serius. “Lakukan tindakan RICE – Rest (istirahat), Ice (kompres dengan es), Compress (Penekanan) dan Elevation (Peninggian). Bagian yang cidera tak boleh dipijat setidaknya selama 2 x 24 jam,”
Pemijatan justru tak boleh langsung dilakukan setelah anda mengalami cidera yang serius. “Lakukan tindakan RICE – Rest (istirahat), Ice (kompres dengan es), Compress (Penekanan) dan Elevation (Peninggian). Bagian yang cidera tak boleh dipijat setidaknya selama 2 x 24 jam,”
. Pijat jenis ini dilakukan terutama
di bagian tubuh yang banyak bekerja dengan mempergunakan manipulasi pijatan shaking,
tapotement, petressage, friction dan stretching. Massage bagi atlet
dilakukan di antara pertandingan dengan tindakan yang diberikan saat istirahat
di kamar ganti pakaian atau di bangku istirahat. Fokus pijatan adalah tungkai
atas, tungkai bawah, bahu dan tangan kiri kanan.
1.2 Rumusan Masalah
- Bagaimana sejarah perkembangan sport massage?
- Apa pengertian dan tujuan massage dan sport massage?
- Apakah factor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan?
- Bagaimana perlengkapan dan pengaturan ruang massage?
- Apa saja hal-hal yang harus dimiliki sport masseur?
- Apa saja manipulasi massage dan tujuannya?
1.3 Tujuan
- Mengetahui sejarah perkembangan sport massage.
- Mengetahui pengertian dan tujuan massage dan sport massage.
- Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan.
- Mengetahui perlengkapan dan pengaturan ruang massage.
- Mengetahui hal-hal yang harus dimiliki sport masseur.
- Mengetahui manipulasi massage dan tujuannya.
BAB
II
KAJIAN
PUSTAKA
2.1 Sejarah perkembangan sport
massage.
Sejak zaman purba manusia telah
mengenal massage dengan berbagai macam ragam bentuk dan cara penggunaanya. Hal
ini dapat diketahui dari peninggalan-peninggalan mereka yang berupa
tulisan-tulisan atau benda-benda relief yang masih ada hingga saat ini.
Pengetahuan tentang massage tidak
tercipta dari satu atau beberapa zaman atau hasil ciptaan beberapa orang, tetapi
adalah hasil dari pengalaman pemikiran dan penelitian orang zaman ke zaman.
Bangsa Indonesia pun sudah berabad-abad mengenal massage sebagai suatu cara
pengobatan tradisional, yang dalam sehari-hari disebut pijat atau lutut.
Sport massage tercipta seiring
dengan perkembangan pengetahuan massage dan olahraga, dari zaman satu ke zaman
yang lainnya. Dan sebagaimana kita ketahui bahwa pengetahuan massage itu
sendiri adalah dari pengetahuan physiotherapy.
Secara kronologis, dari hasil
penemuan para ahli yang dapat dikumpulkan tentang sejarah perkembangan sport
massage, terdapat pokok-pokok garis besar seperti uraian di bawah ini:
Bangsa Cina Purba
Dari buku-buku yang dianggap suci
oleh bangsa Cina purba diantaranya buku KONG FU (kira-kira 3000 th SM), terdapat
tulisan-tulisan yang menyatakan bahwa bangsa Cina purba pernah melakukan
massage dan senam sebagai cara untuk pengobatan (Heilgymnas).
Bangsa India
Sebuah buku peninggalan bangsa India
“ Veda” (kira-kira th 1800 SM) dari salah satu bab yang berjudul Ayur, terdapat
ulasan panjang lebar tentang kesehatan, massage dan senam penyembuhan. Di
antaranya terdapat sebuah kalimat yang berbunyi : Bangun pagi-pagi, cuci
mulut,menggosok seluruh tubuh kemudian melakukan senam pagi.
Bangsa Mesir dan Persia purba
Dari peninggalan-peninggalan
benda-benda relief bangsa Mesir maupun bangsa Persia purba dapat disimpulkan
bahwa mereka telah mengenal massage. Untuk merawat kulit, bangsa Mesir purba
menggosok tubuhnya dengan lumpur yang berasal dari sungai nil dan
kemudian berjemur dalam terik matahari.
Bangsa Yunani Purba
Bangsa Yunani purba memiliki
ahli-ahli massage, yang sedikit banyak mewariskan pada kita tentang pengertian-pengertian
massage yang dilakukan orang pada saat itu. Bangsa Yunani menyebut massage
dengan kata “Anatripsi”.
Seorang dokter yang terkenal pada
saat itu, Hypocrates (460-377 SM), banyak mengemukakan tulisan-tulisan mengenai
soal-soal medis dan massage. Di antara hasil karyanya ialah sebuah buku yang
berjudul GYMNASTICA.
Dokter lainnya ialah Gaelenos
(kira-kira 131 th SM), membawa dan menyebarkan pengetahuan massage ke Roma
sehingga bangsa Roma banyak meniru bangsa Yunani. Sport massage menjadi lebih
popular lagi dengan adanya pertandingan-pertandingan Gladiator.
Abad ke-sembilan belas
Pada awal abad ke- 19 tidak
terdapat kemajuan yang berarti bagi perkembangan yang berarti bagi perkembangan
massage. Pada saat itu seorang dokter bangsa Belanda bernama John G Mezger (th
1838-1909) banyak mempelajari buku-buku ciptaan Ling dan ahli-ahli bangsa
Perancis diantaranya Tissot (th 1780) dan dr. Hildebrand. Sebagai masseur
beliau dianggap berhasil dengan benyaknya pendeta yang berdatangan dari segala
penjuru untuk meminta pertolongannya. Bahkan banyak pula dari kalangan keluarga
kerajaan. Percobaan-percobaan selanjutnya banyak dilakukan dalam bidang
massage, itulah permulaan pemikiran terhadap pengetahuan massage secara ilmiah.
Usaha tersebut dilanjutkan oleh Prof. Kirchberg yang kemudian menerbitkan buku
spor massage.
Akhir abad Sembilan belas
Pada akhir abad ini sport massage
berkembang semakin meluas dan popular, terutama di negara Eropa dengan
banyaknya didirikan lembaga-lembaga pendidikan sport massage. Secara resmi
Belanda untuk pertama kalinya menyelenggarakan ujian sport mssage pada tahun
1965, atas kerjasama dengan beberapa pimpinan organisasi olahraga, antara lain
Ministeris Van Cultuur, Recretie en Maatschappelijk Werk dan Nederlanndsche
gennootschap Voor Heilgymnastiek, masase en Physiotherapie. Di Amerika sport
masseur mulai dikenal oleh umum sejak tahun 1865 sewaktu diadakan pertandingan
football yang pertama antar sekolah lanjutan.
Di Indonesia sport massage bertambah
populer lagi di kalangan atlit pada pemusatian latihan Nasional Asian Games IV,
Ganefo I, Olympiade Tokyo, maupun di PON. Dengan demikian maka pengetahuan
tentang sport massage merupakan suatu keterampilan khusus di dalam
olahraga Indonesia.
2.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi
pelaksanaan.
Tidak semua pelaksanaan massage
dilakukan sama. Pemberian massage pada atlit tergantung dari banyak factor.
Antara lain:
- Cabang olahraga yang dilakukan.
Untuk memberikan massage perlu
mengetahui lebih dahulu tentang ccabang olahraga yang diikuti oleh atlit yang
bersangkutan. Massage yang diberikan pada atlit tenis meja, tennis, dan
bulutangkis lebih banyak ditujukan pada otot-otot persendian bahu. Sedangkan
pada pemain sepakbola, atlit pelari, pelompat, perhatian kita curahkan pada
massage otot-otot tungkai.
- Kondisi tubuh atlit.
Kondisi tubuh atlit tidak terlalu
dalam keadaan baik, kadang-kadang otonya terasa halus dan elastis bila
dipegang, tetapi tidak jarang pula ada atlit yang ototnya keras dan terasa
sakit saat dipegang. Oleh karena itu perlu adanya pemberian massage.
- Kontra indikasi terhadap massage
Adanya faktor ini perlu perhatian
kita lebih teliti sebab kemungkinan besar atlit menderita suatu penyakit yang
merupakan kontra indikasi terhadap massage. Bila massage diberikan kemungkinan
dapat menambah parahnya penyakit yang diderita. Oleh sebab itu, sebelum member
massage perlu diketahui mengenai status kondisi atlit, dengan mempelajari Kartu
Kesehatan atlit ( dari dokter) terlebih dahulu.
- Waktu
- Bila di dalam waktu setengah jam terdapat lima atlit yang harus dimassage lokal, artinya hanya sebagain anggota tubuh yang paling aktif saja yang dimassage.
- Sesunggunhya tidak ada batasan waktu tertentu untuk melakukan massage. Setelah dimassage sebaiknya istirahat sejenak dan tidak melakukan pekerjaanyang membutuhkan tenaga besar.
- Frekwensi pemberian massage sebenarnya tidak terikat pada batas waktu tertentu sebagai berikut:
Massage anggota tubuh bagian
bawah : 15 menit
Massage anggota tubuh bagian
atas : 10 menit
Massage
punggung
: 10 menit
Massage dada dan
perut
: 5 menit
- Cuaca
Keadaan cuaca mempunyai pengaruh
besar terhadap pemberian massage. Misalnya, berolahraga di daerah yang beriklim
dingin akan lebih banyak mengalami cedera pada otot dibandingkan dengan
berolahraga di daerah tropis.
2.3 Perlengkapan dan pengaturan
ruang massage
Perlengkapan-perlengkapan lain yang
dibutuhkan di dalam ruang massage adalah:
1.Bangku massage lengkap.
Ukuran panjang 190 cm, lebar 65 cm,
tinggi 76 cm, dan ukuran bangku jangan terlalu tinggi, mengingat bahwa massage
selain tekanan kedua tangan dibutuhkan bantuan berat badan.
2. bantal untuk landasan kepala
3. guling besar untuk landasan
lutut.
4. guling kecil untuk landasan kaki
5. selimut atau handuk besar untuk
penutup bagian yang tidak dimassage.
6. handuk kecil untuk pembasuh
keringat.
7. Waskom untuk tempat cuci tangan.
8. kursi masseur.
9. termos panas dan dingin.
10. lemari untuk obat-obatan.
11. masator (alat pijat listrik)
12 vibrator
Suatu alat untuk membantu massage
khusus digunakan untuk fibriomassage (menggetar),dalam hal ini yang dimaksud
adalah elektrovibrasi.
13. bahan pelincir (Lumbricant)
Penggunaan bahan pelincir untuk
massage sangat dibutuhkan untuk mempelancar pelaksanaan beberapa manipulasi.
Penggunaan bahan pelincir sebaiknya memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
- mudah dibersihkan (sesudah pelaksanaan massage)
- tidak mudah menguap.
- Tidak mengandung wewangian yang menyolok
- Tidak memberikan ransangan dingin.
- Mudah didapat dan murah harganya.
Ada beberapa bahan pelincir yang
sering digunakan untuk massage antara lain:
- bedak talk
- lemak
- minyak.
Pengaturan ruangan sangat dibutuhkan
saat melakukan pemijatan. Hal-hal yang harus diperhatikan antara lain:
- Ruangan tidak boleh terlalu panas ataupun terlalu dingin.
- Penerangan lampu ruangan harus cukup.
- Ruangan massage harus bersih dan berdinding putih atau warna segar.
- Jendela sebagai fentilasi udara.
- Lantai jangan licin dan harus bersih
- Ruangan massage sebaiknya dilengkapi kamar mandi.
2.4 Sport Masseur
Sport masseur bisa juga disebut
pemijat. Untuk pria biasa disebut masseur saja, sedangkan untuk wanita disaebut
masseuse. Syarat utama menjadi sport masseur yaitu sehat jasmani maupun rohani
dan dapat mempertanggungjawabkan segala tindakan dalam mengamalkan ilmunya.
Oleh karena itu, masseur harus memiliki beberapa pengetahuan yang
berhubungan erat dengan massage, antara lain:
- Anatomi.
- Fisiologi olahraga.
- Kinesiologi
- Kesehatan olahraga.
Seorang masseur harus bisa menjaga
kondisi tubuhnya agar selalu sehat dan fit, sehingga bisa melakukan tugasnya
dengan baik. Biasanya, gangguan atau pengaruh massage bagi masseur antara lain:
- Kejang otot masseur
Adalah kekejangan yang sering
terjadi pada otot lengan, akibat terlalu lama memberikan massage pada banyak
pasien dengan menggunakan manipulasi yang sama.
- Salesma (pilek)
Gangguan ini dapat terjadi karena
perubahan udara dari panas ke dingin, setelah masseur keluar dari ruangan
massage.
- Keluhan pada kaki.
Keluhan ini disebabkan karena
terlalu lama berdiri memberikan massage. Untuk mengurangi gangguan ini perlu
diusahakan tempat duduk.
- Keluhan pada punggung
Keluhan pada punggung ini dapat
terjadi karena ukuran tinggi bangku yang tidak sesuai dengan tinggi badan
masseur.
- Kejangkitan
Mengingat bahwa dalam memberikan
massage tangan masseur selalu berhubungan dengan tubuh orang lain, maka untuk
mencegah kemungkinan terjangkit penyakit kulit, perlu sekalipun para masseur
mensterilkan tangannya dengan air hangat atua air biasa yang dicampur dengan
obat antiseptic sebelum dan sesudah melakukan massage.
Seorang masseur harus selalu
memelihara tangannya dengan sebaik-baiknya dalam arti selalu kering, bersih,
hangat, dan kuku harus bersih dan pendek.
2.5 Manipulasi massage dan
tujuannya.
1. Effleurage /Stroking
(Melulut Atau Menggosok)
Menggunakan jari tangan, telapak
tangan, buku tangan ataupun punggung tangan. Gerakan melulut ini selalu kearah
jantung, dilakukan secara kontinyu dengan tekanan menyesuaikan. Tekanan lemah
bila dilakukan untuk kulit dan agak keras sampai keras untuk jaringan bawah
kulit (subcutant).
Tujuan diberikan effleurage adalah
untuk menetapkan kontak fisik dengan pasien agar tidak terasa asing, berdampak
positif secara fisiologis dengan mempercepat pergantian metabolisme dan sangat
cocok untuk treatment kecantikan.
2. Petrisage /Kneading
(Meremas)
Meremas dengan jari dan tangan
dimulai mengangkat, menjepit jaringan otot, mencomot dan meremas. Gerakan
meremas dilakukan secara bergantian antara tangan kanan dan kiri.
Tujuan manipulasi ini untuk
mengembangkan elastisitas, mengaktifkan aliran darah, memperbaiki pergantian
nutrisi dan pembuangan (ekskresi), merangsang syaraf motorik,
memperbaiki fungsi otot dan sangat
bagus untuk olahragawan dan pekerja keras.
3. Friction /Rubbing
(Gerusan)
Menggerus dengan menggunakan jari
jempol (jari yang paling kuat), kepalan tangan, pangkal telapak tangan atau
dengan siku tangan.
Bertujuan untuk melancarkan system
sirkulasi darah, menimbulkan hiperamia, pembesaran serabut otot dari refleks
vaskuler, hormonal dan syaraf, baik untuk schele post trauma (regenerasi
jaringan) dan akan mengurangi rasa nyeri otot.
4. Tapotament ( Pukulan)
Pukulan secara beruntun dan berirama
dengan menggunakan pisau tangan, kepalan tangan atau menguncupkan kedua telapak
tangan.
Tujuan untuk meningkatkan sirkulasi
darah, meningkatkan pengeluaran nafas (ekspirasi), meningkatkan syaraf
vasomotor, menimbulkan suara khas teknik sport massage dan teknik ini jangan
diberikan pada otot yang terasa nyeri atau post traumatic.
5. Vibration ( Getaran)
Menggerakkan otot-otot dengan
menggetarkan dengan ujung-ujung jari tangan , buku-buku tangan dan pangkal
telapak tangan.
Tujuan untuk meningkatkan rasa aman
dan ketenangan (sedative) dan sangat berguna untuk proses relaksasi.
6. Shaking (Goncangan)
Menggoncang-goncangkan sekelompok
otot dengan pisau tangan atau dengan telapak tangan secara berurutan antara
tangan kanan dan kiri.
Tujuan untuk merelaksasikan otot,
merangsang syaraf motorik, mempercepat aliran darah, dan sangat efektif untuk
mengatasi kram otot.
7. Shiatsu (Menekan)
Menekan sekelompok otot dengan ibu
jari atau dengan dua ibu jari , dengan kepalan tangan atau dengan siku tangan.
Tujuan untuk meningkatkan pervusi
darah / aliran darah dan sangat bagus untuk meningkatkan / menaikkan tekanan
darah serta untuk mengecek kekuatan otot.
8. Cabikan
Hampir Sama dengan gerakan petrisage
hanya gerakan cabikan ini lebih cepat dan hanya menggunakan ujung jari tangan
saja. Bertujuan untuk mempercepat sirkulasi darah, sangat bagus untuk
hipotensi.
9. Sapuan
Gerakan menyapu secara bolak balik
dengan menggunakan ujung jari tangan terutama pada daerah punggung (posterior),
dilakukan secara berirama cepat dan bisa secara tidak beraturan gerak
sapuannya.
Bertujuan untuk meningkatkan
sirkulasi darah dengan cepat dan sangat efektif untuk penderita hipotensi.
10. Tarikan
Gerakan menarik jari-jari tangan dan
kaki, lengan bawah dan atas, tungkai bawah dan tungkai atas. Bertujuan untuk
meningkatkan fleksibilitas persendian.
11. Peregangan
Gerakan meregangkan (stretching)
otot-otot tertentu dengan maksud untuk mengefektifkan penanganan cedera otot,
sebagai sarana warming-up dan cooling down.
12. Melipat Kulit ( Skin rolling)
Manipulasi ini dimaksudkan untuk
melepaskan kulit dari jaringan ikat, dan melebarkan pembuluh kapiler (rambut)
dibawah kulit. Bertujuan untuk mempertinggi tonus dan memperbaiki
pertukaran zat serta peredaran darah dibawah kulit.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sport massage merupakan teknik
memijat/melulut dengan tangan (manipulasi) pada bagian tubuh yang lunak
dengan prosedur manual ataupun mekanik yang dilaksanakan secara metodik dan
ritmis dengan tujuan untuk menghasilkan efek-efek fisiologis , profilaktik
dan terapeutik/pengobatan pada tubuh. Sport massage adalah jenis
pijat yang umumnya diberikan sebelum, selama, dan setelah kegiatan olahraga
untuk membantu menyiapkan atlet dalam menghadapi pertandingan, untuk relaksasi
otot dan mencegah cedera.
Macam-macam teknik manipulasi
gerakan pada massage antara lain:
Efflurage, Petrisage, Shaking,
Tapotement, Friction, Vibration, Extention, Wallken, Skin rolling, Sapuan,
Peregangan, dan Cabikan.
3.2 Saran
Bagi para pembaca khususnya
olahragawan disarankan bahwa sport massage sangat dibutuhkan untuk membantu
menyiapkan atlet dalam menghadapi pertandingna dan untuk relaksasi otot dan
mencegah cedera. Dan disarankan bagi para pembaca bahwa makalah ini kurang dari
kesempurnaan maka diharapkan membantu kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR
PUSTAKA
Rahim . S.A. dr, Massage Olahraga,
Pustaka Merdeka Cet I,1987
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Sport Massage, Dit. Jen. Pendidika Luar Sekolah, Pemuda dan Olahraga Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan R.I Dip. Tahun 1980/1981
Basoeki Hadi. Drs, Sulistyorini.Drs.
M.Pd,2009, Sport Massage seni pijat untuk atlit/olahragawa dan
umum.Tingola:Jakarta
Disusun Oleh :
Nama : alif fatkhurahman
NIM : K5611007
Prodi : Penkepor / 4
JPOK
FKIP UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
TAHUN
2013
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami curahkan kehadirat
Allah Yang Maha Esa atas limpahan rahmat-Nya kepada penulis sehingga dapat
menyelesaikan makalah Sport Massase ini dengan baik. Sport massage
memang penting bagi semua orang khususnya olahragawan. Pelaksanaan massage seluruh
tubuh diberikan pada setiap bagian tubuh. Urutan pelaksanaannya dapat dilakukan
dengan beberapa cara, tergantung dari bagian tubuh mana yang perlu mendapat
massage.
Untuk itu pada kesempatan ini
penulis menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
Bapak dan Ibu selaku dosen pembimbing mata kuliah Massase Olahraga
Kami menyadari bahwa buku ini
mungkin jauh dari sempurna, tapi paling tidak penulis telah berusaha semaksimal
mungkin untuk memberikan yang terbaik. Untuk itu, saran dan kritik sangat kami
harapkan.
Akhir kata, semoga makalah ini
bermanfaat bagi pembaca terutama mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan. Amin.
surakarta, 9 April 2013
Penulis
Alif fatkhurahman
K5611007
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sejak zaman purba manusia telah
mengenal massage dengan berbagai macam ragam bentuk dan cara penggunaanya. Hal
ini dapat diketahui dari peninggalan-peninggalan mereka yang berupa
tulisan-tulisan atau benda-benda relief yang masih ada hingga saat ini.
Pengetahuan tentang massage tidak
tercipta dari satu atau beberapa zaman atau hasil ciptaan beberapa orang,
tetapi adalah hasil dari pengalaman pemikiran dan penelitian orang zaman ke
zaman.
Pijatan atau yang lebih dikenal
dengan massase ini memiliki beberapa jenis diantaranya massase untuk umum atau
yang biasa kita lakukan, massase kecantikan yang biasanya ada di salon-salon
kecantikan yang gunanya untuk merawat bagian tubuh agar terlihat lebih cantik
dengan pijatan, dan yang kita bahas sekarang adalah massase olahraga (sport
massase) yang biasa dilakukan pada atltit atau olahragawan.
Massase olahraga ini
sebenarnya diperuntukkan bagi orang-orang sehat. Sport Massage umumnya
dilakukan sebelum, pada saat, dan setelah berolah raga, atau kapan pun dimana
anda mengalami kelelahan otot.
Pemijatan justru tak boleh langsung dilakukan setelah anda mengalami cidera yang serius. “Lakukan tindakan RICE – Rest (istirahat), Ice (kompres dengan es), Compress (Penekanan) dan Elevation (Peninggian). Bagian yang cidera tak boleh dipijat setidaknya selama 2 x 24 jam,”
Pemijatan justru tak boleh langsung dilakukan setelah anda mengalami cidera yang serius. “Lakukan tindakan RICE – Rest (istirahat), Ice (kompres dengan es), Compress (Penekanan) dan Elevation (Peninggian). Bagian yang cidera tak boleh dipijat setidaknya selama 2 x 24 jam,”
. Pijat jenis ini dilakukan terutama
di bagian tubuh yang banyak bekerja dengan mempergunakan manipulasi pijatan shaking,
tapotement, petressage, friction dan stretching. Massage bagi atlet
dilakukan di antara pertandingan dengan tindakan yang diberikan saat istirahat
di kamar ganti pakaian atau di bangku istirahat. Fokus pijatan adalah tungkai
atas, tungkai bawah, bahu dan tangan kiri kanan.
1.2 Rumusan Masalah
- Bagaimana sejarah perkembangan sport massage?
- Apa pengertian dan tujuan massage dan sport massage?
- Apakah factor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan?
- Bagaimana perlengkapan dan pengaturan ruang massage?
- Apa saja hal-hal yang harus dimiliki sport masseur?
- Apa saja manipulasi massage dan tujuannya?
1.3 Tujuan
- Mengetahui sejarah perkembangan sport massage.
- Mengetahui pengertian dan tujuan massage dan sport massage.
- Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan.
- Mengetahui perlengkapan dan pengaturan ruang massage.
- Mengetahui hal-hal yang harus dimiliki sport masseur.
- Mengetahui manipulasi massage dan tujuannya.
BAB
II
KAJIAN
PUSTAKA
2.1 Sejarah perkembangan sport
massage.
Sejak zaman purba manusia telah
mengenal massage dengan berbagai macam ragam bentuk dan cara penggunaanya. Hal
ini dapat diketahui dari peninggalan-peninggalan mereka yang berupa
tulisan-tulisan atau benda-benda relief yang masih ada hingga saat ini.
Pengetahuan tentang massage tidak
tercipta dari satu atau beberapa zaman atau hasil ciptaan beberapa orang, tetapi
adalah hasil dari pengalaman pemikiran dan penelitian orang zaman ke zaman.
Bangsa Indonesia pun sudah berabad-abad mengenal massage sebagai suatu cara
pengobatan tradisional, yang dalam sehari-hari disebut pijat atau lutut.
Sport massage tercipta seiring
dengan perkembangan pengetahuan massage dan olahraga, dari zaman satu ke zaman
yang lainnya. Dan sebagaimana kita ketahui bahwa pengetahuan massage itu
sendiri adalah dari pengetahuan physiotherapy.
Secara kronologis, dari hasil
penemuan para ahli yang dapat dikumpulkan tentang sejarah perkembangan sport
massage, terdapat pokok-pokok garis besar seperti uraian di bawah ini:
Bangsa Cina Purba
Dari buku-buku yang dianggap suci
oleh bangsa Cina purba diantaranya buku KONG FU (kira-kira 3000 th SM), terdapat
tulisan-tulisan yang menyatakan bahwa bangsa Cina purba pernah melakukan
massage dan senam sebagai cara untuk pengobatan (Heilgymnas).
Bangsa India
Sebuah buku peninggalan bangsa India
“ Veda” (kira-kira th 1800 SM) dari salah satu bab yang berjudul Ayur, terdapat
ulasan panjang lebar tentang kesehatan, massage dan senam penyembuhan. Di
antaranya terdapat sebuah kalimat yang berbunyi : Bangun pagi-pagi, cuci
mulut,menggosok seluruh tubuh kemudian melakukan senam pagi.
Bangsa Mesir dan Persia purba
Dari peninggalan-peninggalan
benda-benda relief bangsa Mesir maupun bangsa Persia purba dapat disimpulkan
bahwa mereka telah mengenal massage. Untuk merawat kulit, bangsa Mesir purba
menggosok tubuhnya dengan lumpur yang berasal dari sungai nil dan
kemudian berjemur dalam terik matahari.
Bangsa Yunani Purba
Bangsa Yunani purba memiliki
ahli-ahli massage, yang sedikit banyak mewariskan pada kita tentang pengertian-pengertian
massage yang dilakukan orang pada saat itu. Bangsa Yunani menyebut massage
dengan kata “Anatripsi”.
Seorang dokter yang terkenal pada
saat itu, Hypocrates (460-377 SM), banyak mengemukakan tulisan-tulisan mengenai
soal-soal medis dan massage. Di antara hasil karyanya ialah sebuah buku yang
berjudul GYMNASTICA.
Dokter lainnya ialah Gaelenos
(kira-kira 131 th SM), membawa dan menyebarkan pengetahuan massage ke Roma
sehingga bangsa Roma banyak meniru bangsa Yunani. Sport massage menjadi lebih
popular lagi dengan adanya pertandingan-pertandingan Gladiator.
Abad ke-sembilan belas
Pada awal abad ke- 19 tidak
terdapat kemajuan yang berarti bagi perkembangan yang berarti bagi perkembangan
massage. Pada saat itu seorang dokter bangsa Belanda bernama John G Mezger (th
1838-1909) banyak mempelajari buku-buku ciptaan Ling dan ahli-ahli bangsa
Perancis diantaranya Tissot (th 1780) dan dr. Hildebrand. Sebagai masseur
beliau dianggap berhasil dengan benyaknya pendeta yang berdatangan dari segala
penjuru untuk meminta pertolongannya. Bahkan banyak pula dari kalangan keluarga
kerajaan. Percobaan-percobaan selanjutnya banyak dilakukan dalam bidang
massage, itulah permulaan pemikiran terhadap pengetahuan massage secara ilmiah.
Usaha tersebut dilanjutkan oleh Prof. Kirchberg yang kemudian menerbitkan buku
spor massage.
Akhir abad Sembilan belas
Pada akhir abad ini sport massage
berkembang semakin meluas dan popular, terutama di negara Eropa dengan
banyaknya didirikan lembaga-lembaga pendidikan sport massage. Secara resmi
Belanda untuk pertama kalinya menyelenggarakan ujian sport mssage pada tahun
1965, atas kerjasama dengan beberapa pimpinan organisasi olahraga, antara lain
Ministeris Van Cultuur, Recretie en Maatschappelijk Werk dan Nederlanndsche
gennootschap Voor Heilgymnastiek, masase en Physiotherapie. Di Amerika sport
masseur mulai dikenal oleh umum sejak tahun 1865 sewaktu diadakan pertandingan
football yang pertama antar sekolah lanjutan.
Di Indonesia sport massage bertambah
populer lagi di kalangan atlit pada pemusatian latihan Nasional Asian Games IV,
Ganefo I, Olympiade Tokyo, maupun di PON. Dengan demikian maka pengetahuan
tentang sport massage merupakan suatu keterampilan khusus di dalam
olahraga Indonesia.
2.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi
pelaksanaan.
Tidak semua pelaksanaan massage
dilakukan sama. Pemberian massage pada atlit tergantung dari banyak factor.
Antara lain:
- Cabang olahraga yang dilakukan.
Untuk memberikan massage perlu
mengetahui lebih dahulu tentang ccabang olahraga yang diikuti oleh atlit yang
bersangkutan. Massage yang diberikan pada atlit tenis meja, tennis, dan
bulutangkis lebih banyak ditujukan pada otot-otot persendian bahu. Sedangkan
pada pemain sepakbola, atlit pelari, pelompat, perhatian kita curahkan pada
massage otot-otot tungkai.
- Kondisi tubuh atlit.
Kondisi tubuh atlit tidak terlalu
dalam keadaan baik, kadang-kadang otonya terasa halus dan elastis bila
dipegang, tetapi tidak jarang pula ada atlit yang ototnya keras dan terasa
sakit saat dipegang. Oleh karena itu perlu adanya pemberian massage.
- Kontra indikasi terhadap massage
Adanya faktor ini perlu perhatian
kita lebih teliti sebab kemungkinan besar atlit menderita suatu penyakit yang
merupakan kontra indikasi terhadap massage. Bila massage diberikan kemungkinan
dapat menambah parahnya penyakit yang diderita. Oleh sebab itu, sebelum member
massage perlu diketahui mengenai status kondisi atlit, dengan mempelajari Kartu
Kesehatan atlit ( dari dokter) terlebih dahulu.
- Waktu
- Bila di dalam waktu setengah jam terdapat lima atlit yang harus dimassage lokal, artinya hanya sebagain anggota tubuh yang paling aktif saja yang dimassage.
- Sesunggunhya tidak ada batasan waktu tertentu untuk melakukan massage. Setelah dimassage sebaiknya istirahat sejenak dan tidak melakukan pekerjaanyang membutuhkan tenaga besar.
- Frekwensi pemberian massage sebenarnya tidak terikat pada batas waktu tertentu sebagai berikut:
Massage anggota tubuh bagian
bawah : 15 menit
Massage anggota tubuh bagian
atas : 10 menit
Massage
punggung
: 10 menit
Massage dada dan
perut
: 5 menit
- Cuaca
Keadaan cuaca mempunyai pengaruh
besar terhadap pemberian massage. Misalnya, berolahraga di daerah yang beriklim
dingin akan lebih banyak mengalami cedera pada otot dibandingkan dengan
berolahraga di daerah tropis.
2.3 Perlengkapan dan pengaturan
ruang massage
Perlengkapan-perlengkapan lain yang
dibutuhkan di dalam ruang massage adalah:
1.Bangku massage lengkap.
Ukuran panjang 190 cm, lebar 65 cm,
tinggi 76 cm, dan ukuran bangku jangan terlalu tinggi, mengingat bahwa massage
selain tekanan kedua tangan dibutuhkan bantuan berat badan.
2. bantal untuk landasan kepala
3. guling besar untuk landasan
lutut.
4. guling kecil untuk landasan kaki
5. selimut atau handuk besar untuk
penutup bagian yang tidak dimassage.
6. handuk kecil untuk pembasuh
keringat.
7. Waskom untuk tempat cuci tangan.
8. kursi masseur.
9. termos panas dan dingin.
10. lemari untuk obat-obatan.
11. masator (alat pijat listrik)
12 vibrator
Suatu alat untuk membantu massage
khusus digunakan untuk fibriomassage (menggetar),dalam hal ini yang dimaksud
adalah elektrovibrasi.
13. bahan pelincir (Lumbricant)
Penggunaan bahan pelincir untuk
massage sangat dibutuhkan untuk mempelancar pelaksanaan beberapa manipulasi.
Penggunaan bahan pelincir sebaiknya memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
- mudah dibersihkan (sesudah pelaksanaan massage)
- tidak mudah menguap.
- Tidak mengandung wewangian yang menyolok
- Tidak memberikan ransangan dingin.
- Mudah didapat dan murah harganya.
Ada beberapa bahan pelincir yang
sering digunakan untuk massage antara lain:
- bedak talk
- lemak
- minyak.
Pengaturan ruangan sangat dibutuhkan
saat melakukan pemijatan. Hal-hal yang harus diperhatikan antara lain:
- Ruangan tidak boleh terlalu panas ataupun terlalu dingin.
- Penerangan lampu ruangan harus cukup.
- Ruangan massage harus bersih dan berdinding putih atau warna segar.
- Jendela sebagai fentilasi udara.
- Lantai jangan licin dan harus bersih
- Ruangan massage sebaiknya dilengkapi kamar mandi.
2.4 Sport Masseur
Sport masseur bisa juga disebut
pemijat. Untuk pria biasa disebut masseur saja, sedangkan untuk wanita disaebut
masseuse. Syarat utama menjadi sport masseur yaitu sehat jasmani maupun rohani
dan dapat mempertanggungjawabkan segala tindakan dalam mengamalkan ilmunya.
Oleh karena itu, masseur harus memiliki beberapa pengetahuan yang
berhubungan erat dengan massage, antara lain:
- Anatomi.
- Fisiologi olahraga.
- Kinesiologi
- Kesehatan olahraga.
Seorang masseur harus bisa menjaga
kondisi tubuhnya agar selalu sehat dan fit, sehingga bisa melakukan tugasnya
dengan baik. Biasanya, gangguan atau pengaruh massage bagi masseur antara lain:
- Kejang otot masseur
Adalah kekejangan yang sering
terjadi pada otot lengan, akibat terlalu lama memberikan massage pada banyak
pasien dengan menggunakan manipulasi yang sama.
- Salesma (pilek)
Gangguan ini dapat terjadi karena
perubahan udara dari panas ke dingin, setelah masseur keluar dari ruangan
massage.
- Keluhan pada kaki.
Keluhan ini disebabkan karena
terlalu lama berdiri memberikan massage. Untuk mengurangi gangguan ini perlu
diusahakan tempat duduk.
- Keluhan pada punggung
Keluhan pada punggung ini dapat
terjadi karena ukuran tinggi bangku yang tidak sesuai dengan tinggi badan
masseur.
- Kejangkitan
Mengingat bahwa dalam memberikan
massage tangan masseur selalu berhubungan dengan tubuh orang lain, maka untuk
mencegah kemungkinan terjangkit penyakit kulit, perlu sekalipun para masseur
mensterilkan tangannya dengan air hangat atua air biasa yang dicampur dengan
obat antiseptic sebelum dan sesudah melakukan massage.
Seorang masseur harus selalu
memelihara tangannya dengan sebaik-baiknya dalam arti selalu kering, bersih,
hangat, dan kuku harus bersih dan pendek.
2.5 Manipulasi massage dan
tujuannya.
1. Effleurage /Stroking
(Melulut Atau Menggosok)
Menggunakan jari tangan, telapak
tangan, buku tangan ataupun punggung tangan. Gerakan melulut ini selalu kearah
jantung, dilakukan secara kontinyu dengan tekanan menyesuaikan. Tekanan lemah
bila dilakukan untuk kulit dan agak keras sampai keras untuk jaringan bawah
kulit (subcutant).
Tujuan diberikan effleurage adalah
untuk menetapkan kontak fisik dengan pasien agar tidak terasa asing, berdampak
positif secara fisiologis dengan mempercepat pergantian metabolisme dan sangat
cocok untuk treatment kecantikan.
2. Petrisage /Kneading
(Meremas)
Meremas dengan jari dan tangan
dimulai mengangkat, menjepit jaringan otot, mencomot dan meremas. Gerakan
meremas dilakukan secara bergantian antara tangan kanan dan kiri.
Tujuan manipulasi ini untuk
mengembangkan elastisitas, mengaktifkan aliran darah, memperbaiki pergantian
nutrisi dan pembuangan (ekskresi), merangsang syaraf motorik,
memperbaiki fungsi otot dan sangat
bagus untuk olahragawan dan pekerja keras.
3. Friction /Rubbing
(Gerusan)
Menggerus dengan menggunakan jari
jempol (jari yang paling kuat), kepalan tangan, pangkal telapak tangan atau
dengan siku tangan.
Bertujuan untuk melancarkan system
sirkulasi darah, menimbulkan hiperamia, pembesaran serabut otot dari refleks
vaskuler, hormonal dan syaraf, baik untuk schele post trauma (regenerasi
jaringan) dan akan mengurangi rasa nyeri otot.
4. Tapotament ( Pukulan)
Pukulan secara beruntun dan berirama
dengan menggunakan pisau tangan, kepalan tangan atau menguncupkan kedua telapak
tangan.
Tujuan untuk meningkatkan sirkulasi
darah, meningkatkan pengeluaran nafas (ekspirasi), meningkatkan syaraf
vasomotor, menimbulkan suara khas teknik sport massage dan teknik ini jangan
diberikan pada otot yang terasa nyeri atau post traumatic.
5. Vibration ( Getaran)
Menggerakkan otot-otot dengan
menggetarkan dengan ujung-ujung jari tangan , buku-buku tangan dan pangkal
telapak tangan.
Tujuan untuk meningkatkan rasa aman
dan ketenangan (sedative) dan sangat berguna untuk proses relaksasi.
6. Shaking (Goncangan)
Menggoncang-goncangkan sekelompok
otot dengan pisau tangan atau dengan telapak tangan secara berurutan antara
tangan kanan dan kiri.
Tujuan untuk merelaksasikan otot,
merangsang syaraf motorik, mempercepat aliran darah, dan sangat efektif untuk
mengatasi kram otot.
7. Shiatsu (Menekan)
Menekan sekelompok otot dengan ibu
jari atau dengan dua ibu jari , dengan kepalan tangan atau dengan siku tangan.
Tujuan untuk meningkatkan pervusi
darah / aliran darah dan sangat bagus untuk meningkatkan / menaikkan tekanan
darah serta untuk mengecek kekuatan otot.
8. Cabikan
Hampir Sama dengan gerakan petrisage
hanya gerakan cabikan ini lebih cepat dan hanya menggunakan ujung jari tangan
saja. Bertujuan untuk mempercepat sirkulasi darah, sangat bagus untuk
hipotensi.
9. Sapuan
Gerakan menyapu secara bolak balik
dengan menggunakan ujung jari tangan terutama pada daerah punggung (posterior),
dilakukan secara berirama cepat dan bisa secara tidak beraturan gerak
sapuannya.
Bertujuan untuk meningkatkan
sirkulasi darah dengan cepat dan sangat efektif untuk penderita hipotensi.
10. Tarikan
Gerakan menarik jari-jari tangan dan
kaki, lengan bawah dan atas, tungkai bawah dan tungkai atas. Bertujuan untuk
meningkatkan fleksibilitas persendian.
11. Peregangan
Gerakan meregangkan (stretching)
otot-otot tertentu dengan maksud untuk mengefektifkan penanganan cedera otot,
sebagai sarana warming-up dan cooling down.
12. Melipat Kulit ( Skin rolling)
Manipulasi ini dimaksudkan untuk
melepaskan kulit dari jaringan ikat, dan melebarkan pembuluh kapiler (rambut)
dibawah kulit. Bertujuan untuk mempertinggi tonus dan memperbaiki
pertukaran zat serta peredaran darah dibawah kulit.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sport massage merupakan teknik
memijat/melulut dengan tangan (manipulasi) pada bagian tubuh yang lunak
dengan prosedur manual ataupun mekanik yang dilaksanakan secara metodik dan
ritmis dengan tujuan untuk menghasilkan efek-efek fisiologis , profilaktik
dan terapeutik/pengobatan pada tubuh. Sport massage adalah jenis
pijat yang umumnya diberikan sebelum, selama, dan setelah kegiatan olahraga
untuk membantu menyiapkan atlet dalam menghadapi pertandingan, untuk relaksasi
otot dan mencegah cedera.
Macam-macam teknik manipulasi
gerakan pada massage antara lain:
Efflurage, Petrisage, Shaking,
Tapotement, Friction, Vibration, Extention, Wallken, Skin rolling, Sapuan,
Peregangan, dan Cabikan.
3.2 Saran
Bagi para pembaca khususnya
olahragawan disarankan bahwa sport massage sangat dibutuhkan untuk membantu
menyiapkan atlet dalam menghadapi pertandingna dan untuk relaksasi otot dan
mencegah cedera. Dan disarankan bagi para pembaca bahwa makalah ini kurang dari
kesempurnaan maka diharapkan membantu kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR
PUSTAKA
Rahim . S.A. dr, Massage Olahraga,
Pustaka Merdeka Cet I,1987
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Sport Massage, Dit. Jen. Pendidika Luar Sekolah, Pemuda dan Olahraga Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan R.I Dip. Tahun 1980/1981
Basoeki Hadi. Drs, Sulistyorini.Drs.
M.Pd,2009, Sport Massage seni pijat untuk atlit/olahragawa dan
umum.Tingola:Jakarta
Komentar
Posting Komentar